Berita Kudus
Harga Bahan Pokok di Kudus Terimbas Kenaikan Harga BBM, Paling Terasa di Komoditas Cabai
Kenaikan harga tersebut, dirasakan oleh Markiati, seorang penjual bahan kebutuhan pokok masyarakat di Pasar Bitingan, Kudus, Jumat (23/9/2022).
Penulis: Rezanda Akbar D | Editor: Daniel Ari Purnomo
TRIBUNMURIA.COM, KUDUS - Kenaikan harga BBM Subsidi dinilai mempengaruhi harga kenaikan bahan baku kebutuhan pokok masyarakat.
Kenaikan harga bahan baku mulai naik secara bertahap usai ditetapkannya harga baru pada bahan bakar minyak.
Kenaikan harga tersebut, dirasakan oleh Markiati, seorang penjual bahan kebutuhan pokok masyarakat di Pasar Bitingan, Kudus, Jumat (23/9/2022).
"Harganya pada naik, menurutku karena harga bensin naik. Sehabis itu semua pada naik bertahap," jelasnya.
Pengaruh BBM dirasa berperan penting baginya, lantaran bensin adalah hal yang utama dalam angkutan bahan-bahan baku.
Dia mencontohkan, kenaikan yang paling terasa adalah pada harga cabai.
"cabai setan kemarin sempat di harga Rp60.000 perkilonya. Harga segitu karena bukan masa panen cabai ditambah harga BBM yang tinggi, sekarang harganya Rp54.000" jelasnya.
Sementara itu, angkutan umum di Kabupaten Kudus, sudah mulai menyesuaikan tarif lantaran harga BBM yang naik pada lebih dari dua pekan lalu.
Penyusaian tarif tersebut diucapkan oleh sopir angkot, Sururi, saat mangkal di Pasar Bitingan.
Penyesuaian tarif tersebut terpaksa dia lakukan demi menutup setorannya.
"Sebelum naik tarif angkutan saya harganya Rp4000 sekarang jadi Rp6000 kalau untuk buruh pabrik Rp3500 sekarang Rp4500," katanya saat di dalam angkotnya yang bertuliskan jurusan Kudus-Colo.
Angkot miliknya yang menggunakan bahan bakar subsidi jenis Pertalite.
Sekali mengisi bisa sampai Rp150.000 yang digunakan kurang lebih selama 4hari.
"Saya biasanya sehari pendapatannya ya Rp50.000an itu kalau hari biasa tidak ramai juga tidak sepi," jelasnya. (Rad)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/muria/foto/bank/originals/transaksi-di-pasar-bitingan-kudus.jpg)