Berita Kudus
Cerita Nominal Hadiah Atlet Silat Juara Dunia Asal Kudus Dicoret-coret, Ada Peran Bupati Hartopo
Cerita Nominal Hadiah di Papan Penghargaan Atlet Silat Juara Dunia Asal Kudus Dicoret-coret, dari Rp25 Juta Jadi Rp40 Juta Ada Peran Bupati Hartopo
Penulis: Raka F Pujangga | Editor: Yayan Isro Roziki
TRIBUNMURIA.COM, KUDUS - Pesilat Kudus yang meraih juara dalam kejuaraan dunia silat, mendapat binus tambahan dari Bupati Kudus, Hartopo.
Bupati Kudus, HM Hartopo, memberikan tambahan bonus bagi Safira Dwi Meilani, yang juara dunia dalam World Pencak Silat Championship 2022, di Pendopo Kabupaten Kudus, Senin (8/8/2022).
Semula, Safira hanya mendapatkan bonus sebesar Rp25 juta.
Nampak dari papan penghargaan yang tertulis dicoret-coret menjadi Rp40 juta.
Hartopo mengatakan sudah berpesan untuk memberikan bonus yang pantas bagi Safira karena kancahnya internasional.
Namun pada saat pagi tadi, bonus yang diberikan hanya Rp25 juta, sehingga Bupati Kudus menambah Rp15 juta lagi menjadi Rp40 juta.
"Tadi saya minta ambilkan lagi ke ATM, tadi hadiahnya Rp25 juta belum genap. Saya tambah lagi," ujar dia.
Dia meminta, agar jumlah apresiasi yang diberikan kepada atlet itu tidak dipandang dari nilainya.
Namun harapannya apresiasi yang diberikan itu dapat dilihat dari ketulusan pemerintah daerah terhadap atlet berprestasi.
"Atas nama Pemkab Kudus memberikan cinderamata ini jangan lihat dari nilainya tetapi dari ketulusannya," ujar dia.
Dia berharap, kemenangan Safira juga bisa menjadi contoh bagi atlet cabang olahraga lain untuk terus berprestasi.
Hartopo bangga dengan atlet-atlet tersebut karena telah mengharumkan nama daerah.
"Jangan berhenti di sini saja, terus berlatih. Untuk safira-safira yang lainnya juga bisa ikut menyusul," kata dia.
Safira bersyukur apresiasi yang diberikan kepada atlet bisa menunjang prestasinya dalam kompetisi yang lain.
"Belum tahu (uang apresias-red) mau buat apa, berapapun nilainya saya bersyukur," ujar dia.
Dia sudah persiapan untuk pemusatan latihan menghadapi Porprov Jawa Tengah dan Sea Games Kamboja pada 2023 mendatang.
Pada kompetisi berikutnya, Safira juga menargetkan dapat poin maksimal medali emas.
"Targetnya selalu emas. Pertandingan kemarin yang terberat saat final kemarin lawan Vietnam karena atlet senior," ujarnya. (raf)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/muria/foto/bank/originals/atlet-silat-kudus-juara-dunia-hartopo.jpg)