Berita Kudus
Hore! Kabar Gembira untuk Warga Kudus, Hatopo: Tradisi Syawalan Boleh Dilaksanakan
Hore! Kabar Gembira untuk Warga Kudus, Hatopo: Tradisi Syawalan Boleh Dilaksanakan
Penulis: Rifqi Gozali | Editor: Yayan Isro Roziki
TRIBUNMURIA.COM, KUDUS – Seiring dibukanya keran mudik, sejumlah tradisi yang biasanya rutin digelar warga Kudus saat masih suasana Lebaran juga diperbolehkan digelar.
Di antaranya adalah tradisi Syawalan yang biasa digelar sepekan setelah lebaran.
Hanya saja, dalam pelaksanaanya harus tetap menerapkan protokol Kesehatan.
“Saya kira (pelaksanaan tradisi Syawal) tidak masalah, yang penting penerapan protokol kesehatan."
"Sing penting PeduliLindungi diterapkan,” begitu kata Bupati Kudus HM Hartopo.
Tradisi lebaran di Kudus yang acap kali menjadi magnet bagi ribuan warga yakni Kupatan, Bulusan, Praon, dan Sendang Jodo.
Tradisi itu biasa digelar sepekan setelah lebaran.
Dari beberapa pengalaman yang telah berlangsung, tradisi tersebut selalu menjadi rujukan warga untuk dikunjungi sekaligus sebagai penutup libur lebaran.
Untuk itu, Hartopo berharap tradisi-tradisi yang akan berlangsung nanti tetap membatasi jumlah pengunjung.
“Juga, kalau pawai—pawai janganlah,” tandas dia.
Kemudian, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus, Mutrikah, meminta agar panitia masing-masing kegiatan Syawalan harus mengajukan izin kepada masing-masing Satgas Covid-19 di kecamatan maupun kabupaten.
“Jadi jangan sampai tidak ada koordinasi, kalau melanggar ada sanksi pada pengelola. Kami juga meminta agar protokol Kesehatan dilaksanakan,” kata dia.
Kemudian untuk objek wisata di Kabupaten Kudus, kata dia, juga boleh buka selama libur lebaran 2022. Adapun pengelolanya tetap diminta untuk menerapkan protokol Kesehatan. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/muria/foto/bank/originals/Bupati-Kudus-HM-Hartopo-7422.jpg)