Berita Pati
Asyiknya Ngabuburit CAT Pati, Menunggu Buka sambil Berlatih Jemparingan Panahan Khas Mataraman
Asyiknya Ngabuburit CAT Pati, Menunggu Buka sambil Berlatih Jemparingan Panahan Khas Mataraman
Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: Yayan Isro Roziki
Menurut Huda, di Jawa Tengah, tahun-tahun sebelumnya jemparingan menjadi lumbung medali emas panahan di ajang Pekan olahraga Nasional (PON).
“Tapi untuk tahun-tahun ini jemparingan digeser untuk jadi olahraga rekreasi. Adapun yang di PON jemparingan diganti dengan bare bow. Kurang lebih sama."
"Busurnya tanpa alat apapun, tapi posisi memanah dengan berdiri,” ungkap dia.
Namun demikian, untuk ajang Pra Porprov Oktober mendatang, lanjut Huda, sejumlah kabupaten sudah menyiapkan atlet jemparingan.
“Tapi dipertandingkan atau tidaknya menunggu rapat Perpani nanti,” kata dia.
Setiap Ramadan, lanjut Huda, anak-anak CAT tetap rutin berlatih. Mulai setelah asar hingga maksimal pukul 17.00 WIB.
“Kami lakukan tiap hari kecuali Minggu. Kalau di luar Ramadan 15.30 sampai 17.30.
Anak-anak usia pelajar,” tutur dia.
Gendis Maheswari Hartejo (10), mengaku senang bisa mendapat pengalaman mencoba jemparingan.
“Biasanya saya pakai busur compound. Baru kali ini coba jemparingan."
"Sebelumnya belum pernah. Ternyata panahan tradisi menyenangkan dan menantang juga,” ujar gadis yang masih duduk di kelas IV SD ini. (mzk)