Berita Semarang
Setya Tantra Berhasil Antar Desa Adat Sumba Masuk World Monuments Watch 2022
Setya Tantra alumnus Unika Soegijapranata Semarang tahun 2016 mampu mengantarkan desa adat sumba masuk ke dalam World Monuments Watch 2022.
Penulis: Iwan Arifianto | Editor: Moch Anhar
Dikutip dari laman resmi World Monuments Fund (WMF), organisasi tersebut merupakan organisasi independen.
Fokus pengabdian untuk menjaga tempat-tempat paling berharga di dunia untuk memperkaya kehidupan masyarakat dan membangun saling pengertian lintas budaya dan komunitas.
Baca juga: ASN Pelaku Pungli Pasar Cepu Blora, BKD Akan Memberhentikan dengan Tidak Hormat
Baca juga: Siswa Korban Kecelakaan Bus di Purbalingga Dapat Pendampingan Psikolog untuk Obati Trauma
Sejak tahun 1965, tim ahli global WMF telah melestarikan beragam warisan budaya dunia menggunakan standar internasional tertinggi di lebih dari 700 situs di 112 negara.
Lembaga itu telah bermitra dengan komunitas lokal, penyandang dana, dan pemerintah.
WMF memanfaatkan warisan untuk mengatasi beberapa tantangan paling mendesak saat ini seperti perubahan iklim, kurangnya representasi, pariwisata yang tidak seimbang, dan pemulihan pasca krisis. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/muria/foto/bank/originals/Desa-adat-Sumba-33.jpg)