Sabtu, 6 Juni 2026

Berita Semarang

Setya Tantra Berhasil Antar Desa Adat Sumba Masuk World Monuments Watch 2022

Setya Tantra alumnus Unika Soegijapranata Semarang tahun 2016 mampu mengantarkan desa adat sumba masuk ke dalam World Monuments Watch 2022.

Tayang:
Penulis: Iwan Arifianto | Editor: Moch Anhar
Dokumentasi Setya Tantra
Desa adat Sumba masuk ke dalam World Monuments Watch 2022 yang diinisiasi World Monuments Fund (WMF). Sumba akan direvitalisasi untuk menghadapi beragam tantangan yang dihadapi desa adat. 

Kemudian, ketidakseimbangan pariwisata di masing-masing daerah, karena ketika tempat heritage banyak turis dapat mengganggu nilai inti kebudayaan.

"Berikutnya, tempat bersejarah kurang diminati padahal memiliki nilai vital. Jadi Sumba memiliki tiga poin itu yang menjadi nilai penting penilaian," bebernya.

Menurutnya, dipilihnya desa adat Sumba memiliki banyak manfaat, terutama edukasi terkait mitigasi bencana kebakaran di rumah adat.

Apalagi seringkali rumah adat hancur lantaran tak memiliki mitigasi bencana kebakaran terutama di Sumba.

"Itu poin utama untuk reservasi rumah adatnya," tuturnya.

Baca juga: Rintis Kerjasama, Bupati Minta Database Mahasiswa dan Lulusan UI Asal Blora untuk Bangun Daerah

Baca juga: Museum Kota Lama Semarang Mulai Buka Sabtu Besok, Wali Kota Hendi Minta Jumlah Pengunjung Diatur

Selain itu, banyak kepercayaan di Sumba ditinggalkan sebab adanya globalisasi.

Selain itu, masyarakatnya juga menganut kepercayaan lain seperti Katolik, Kristen, maupun Islam sehingga kepercayaan adat Sumba makin terkikis.

"Kami ingin membangkitkan kebudayaan Sumba melalui dokumentasi sehingga generasi penerus Sumba dapat mengetahui dan belajar di masa mendatang," jelasnya.

Nantinya dokumentasi akan ditampilkan di pusat pembelajaran kebudayaan masyarakat Sumba berupa dokumentasi tertulis dan video.

"Kami khawatir kebudayaan ini hilang sehingga perlu didokumentasikan agar masyarakat lokal tahu budaya yang mereka miliki," jelasnya.

Dari revitalisasi desa adat Sumba, Setya ingin memotivasi komunitas adat di seluruh Indonesia bahwa masih ada kesempatan untuk pemberdayaan kebudayaan yang dicemaskan akan hilang.

Sebab, dunia masih memperhatikan Indonesia khususnya kebudayaan.

"Indonesia masih punya harapan untuk kebudayaan, melalui proyek Sumba semisal berhasil maka akan dilanjutkan di Flores, Baubau, Kalimantan," paparnya.

Pria asal Lamongan, Jatim, itu menuturkan, untuk wilayah Jawa Tengah sangat banyak potensi kebudayaan yang dapat dikembangkan seperti di daerah Solo dan Dieng.

"Setiap daerah banyak memiliki potensi yang kuat termasuk daerah wilayah Jateng," ucapnya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved