Berita Kudus
123 Desa di Kudus Diguyur Dana Desa Rp146,1 Miliar, BLT Masih Jadi Prioritas Penganggaran
123 Desa di Kudus Diguyur Dana Desa Rp146,1 Miliar, Pemberian BLT Masih Jadi Prioritas Anggaran
Penulis: Raka F Pujangga | Editor: Yayan Isro Roziki
TRIBUNMURIA.COM, KUDUS – Sedikitnya 123 desa di Kabupaten Kudus akan digelontorkan Dana Desa (DD) sebesar Rp146,1 miliar pada tahun 2022 ini, guna meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Bantuan Langsung Tunai (BLT) masih menjadi prioritas anggaran atau sebesar 40 persen sesuai Peraturan Presiden (Perpres) 104 tahun 2021.
Kabid Pemerintahan Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), Dian Noor Tamzis menyampaikan, telah memfasilitasi agar alokasi dana desa itu bisa tersalurkan kepada masyarakat desa.
“Setiap desa wajib mengalokasikan anggaran minimal 40 persen untuk BLT, bahkan tahun lalu ada desa yang mengalokasikannya sampai 50 persen,” jelas dia.
Dari komposisi tersebut, maka rencana alokasi anggaran untuk BLT yang akan dibagikan kepada masyarakat mencapai Rp 61,3 miliar atau 42 persen dari total alokasi anggaran DD.
Sedangkan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) BLT sebanyak 17.030 keluarga yang tersebar di 123 desa.
“Penetapan penerima KPM ini dilaksanakan dalam Musdes (musyawarah desa-red),” ucapnya.
Bupati Kudus, HM Hartopo menyampaikan, sesuai peraturan penggunaan dana desa masih difokuskan untuk alokasi BLT kepada masyarakat guna membantu selama pandemi berlangsung.
“Harapannya BLT ini bisa membantu meringankan warga masyarakat,” ujarnya.
Kemudan untuk alokasi yang lainnya, sebesar 8 persen untuk penanganan kasus corona di wilayahnya masing-masing.
Hartopo meminta agar setiap desa untuk dapat mengaktifkan kembali Jogo Tonggo lewat alokasi dana desa yang sudah disiapkan di tengah lonjakan kasus yang mulai meningkat kembali.
“Dana desa 8 persen untuk penanganan covid, jadi bisa diaktifkan lagi jogo tonggo dan tempat isolasi,” ujar dia. (raf)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/muria/foto/bank/originals/Bupati-Kudus-HM-Hartopo-mejobo.jpg)