Berita Kudus
Dua Bukit di Desa Rahtawu Kudus Jadi Potensi Pembangunan Kereta Gantung
Pemerintah Desa Rahtawu mendukung penuh rencana pembangunan kereta gantung di wilayahnya.
Penulis: Raka F Pujangga | Editor: M Zaenal Arifin
TRIBUNMURIA.COM, KUDUS - Pemerintah Desa Rahtawu mendukung penuh rencana pembangunan kereta gantung di wilayahnya.
Kepala Desa Rahtawu, Didik Ariyadi menyampaikan, pembangunan kereta gantung sangat memungkinkan jika melihat kondisi geografis di sana.
Sebab ada dua tebing yang dinilai memiliki ketinggian yang cukup memadai untuk membuat kereta gantung.
"Ketinggiannya ada 1.200 meter di atas permukaan laut (mdpl) dan paling tinggi 1.600 mdpl".
"Dua bukit yang mumpuni ada Gunung Kendil dan Saka Kaleh," katanya, Jumat (25/2/2022).
Jika pembangunan ini terealisasi tentunya pariwisata di Kudus akan terintegrasi dengan dua kota yakni Kabupaten Pati dan Jepara.
Didik menambahkan, meskipun pro investasi pemerintah desa berkomitmen tetap menjaga dan melestarikan lingkungan sekitar.
Petani rencananya akan diajak untuk menanam tanaman keras seperti kopi.
"Tetap menjaga kelestarian alam, petani sudah kami ajak mengembangkan kopi," ungkapnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disbudpar) Kudus, Mutrikah menyatakan, keberadaan kereta gantung merupakan solusi alternatif untuk memajukan pariwisata.
"Sebab melihat akses jalan belum memungkinkan".
"Wisatawan menginginkan akses yang cepat," ujarnya.
Di samping itu, melihat kondisi letak geografis Kudus sangat strategis.
Dia menjelaskan kepada investor, Kudus adalah kota industri sekaligus ada beberapa wisata religi dan alam.
"Kalau akhir pekan kunjungannya mencapai 5 ribu orang di Desa Rahtawu".
"Biasanya Dukuh Semliro yang terkenal kopinya dikunjungi 7 ribu hingga 10 ribu," katanya.
Rencana jangka panjang, dalam pembenahan akses perlu anggaran lebih karena harus adanya pelebaran jalan.
"Makanya perlu adanya sinergitas dengan lintas OPD," ucapnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/muria/foto/bank/originals/Hartopo-tanam-pohon.jpg)