Berita Kudus
Bupati Kudus Hartopo Ingin Desa Lakukan Percepatan Vaksinasi
Bupati Kudus, HM Hartopo, memastikan surat edaran kepada seluruh kepala desa di Kudus masih berlaku.
Penulis: Rifqi Gozali | Editor: M Zaenal Arifin
TRIBUNMURIA.COM, KUDUS - Bupati Kudus, HM Hartopo, memastikan surat edaran kepada seluruh kepala desa di Kudus masih berlaku.
Diketahui, dalam isi surat edaran tersebut, intinya alokasi dana desa tidak dicairkan jika sampai minggu pertama Februari 2022 jika vaksinasi belum mencapai 75 persen.
Menanggapi adanya surat edaran tersebut, puluhan kepala desa tempo hari juga telah audiensi dengan pemerintah kabupaten.
Mereka meminta penjelasan terkait adanya surat edaran.
Dalam audiensi tersebut, para kepala desa ditemui oleh Asisten I Agus Budi Satrio dan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Adi Sadhono.
Sementara itu, Hartopo menjelaskan, terkait isi dari surat edaran yang pihaknya keluarkan sedianya bermaksud memacu kinerja masing-masing desa untuk melakukan percepatan vaksinasi.
"Tentunya dari kami sendiri itu bentuk motivasi di desa-desa. Pada intinya kami harus kerja bareng, ketika upaya itu sudah diupayakan ternyata tidak bisa ya komunikasi dengan kami, jadi akan kami bantu. Kendalanya apa akan kami bantu," kata Hartopo, Selasa (1/2/2022).
Hartopo mencontohkan, di Desa Sadang saat dicek olehnya capaian vaksinasi baru 34 persen.
Melihat kenyataan yang ada, akhirnya Hartopo memerintahkan Forkopimcam untuk turun dan melibatkan tenaga kesehatan.
"Langsung Forkopimcam kami kerahkan dari kesehatan kami kerahkan. Semua Babinsa Bhabinkamtib kami keroyok bareng,".
"Dua hari langsung naik 20 persen jadi 54 persen. Hal seperti itu harus komunikasi. Kalau tidak komunikasi kami tidak tahu," tandas dia.
Ketika memang ada desa yang tidak mampu mencapai target 75 persen vaksinasi, Hartopo meminta agar segera dikomunikasikan dengan pemerintah kabupaten.
Pihaknya siap untuk melakukan pendampingan dalam upaya percepatan vaksinasi di desa.
"Kalau memang sudah diupayakan dari tim verifikasi, dari tim dirasa susah dan sulit karena setiap desa punya kearifan sendiri punya kebiasaan sendiri, ada masyarakat yang khawatir, enggan, seperti itu kan banyak,".
"Artinya sudah dimaksimalkan tapi tetap tidak bisa. Tentunya walaupun tidak target akan kami turunkan untuk dana desa itu sendiri. Sing penting saya ingin kerja kerasnya," kata dia. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/muria/foto/bank/originals/Hartopo.jpg)