Selasa, 2 Juni 2026

Berita Jateng

Alasan Ganjar Perbanyak Sekolah Gratis untuk Keluarga Tidak Mampu: Lepaskan Jerat Kemiskinan

Perbanyak sekolah gratis untuk warga miskin, cara Ganjar Pranowo entaskan warga miskin dari jerat lingkaran setan kemiskinan-pendidikan tak layak

Tayang:
Penulis: Hermawan Endra | Editor: Yayan Isro Roziki
Humas Pemprov Jateng
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, saat meresmikan revitalisasi tujuh SMK di Provinsi Jateng, di SMKN 8 Surakarta, Rabu (1/3/2023). 

TRIBUNMURIA.COM, SOLO - Mayoritas warga miskin tidak mampu mengakses pendidikan yang layak, sehingga jerat lingkaran setan kemiskinan karena tiadanya pendidikan yang layak semakin pekat.

Memberikan akses pendidikan yang baik kepada anak dari keluarga tidak mampu merupakan cara Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo untuk mengentaskan dan menekan angka kemiskinan di Jawa Tengah.

Ide sederhana itu muncul ketika banyak ditemukan keluarga miskin ternyata berpendidikan rendah.

"Saya menemukan keluarga tidak sekolah. Bahkan mengakses sekolah tidak bisa."

"Sebenarnya idenya agar anak-anak yang, maaf, dari keluarga kurang mampu bisa mengakses."

"Sesederhana itu saja," kata Ganjar saat meresmikan revitalisasi tujuh SMK di SMKN 8 Surakarta, Rabu (1/3/2023).

Sejak saat itu, Ganjar mulai merintis sekolah gratis bagi keluarga tidak mampu dan miskin agar dapat mengakses pendidikan.

Tepatnya pada 2014, SMK Jateng dibuka khusus untuk anak dari keluarga tidak mampu.

Di sekolah dengan sistem boarding school tersebut, murid tak perlu mengeluarkan biaya sepeser pun.

Seluruh biaya pendidikan gratis, termasuk seragam, makan, dan tempat tinggal.

Syaratnya hanya satu agar bisa diterima di SMK Jateng, yaitu berasal dari keluarga tidak mampu.

"Ini hanya untuk mereka yang keluarga miskin. Negara membiayai selama tiga tahun pendidikan (sampai lulus)."

"Pembiayaan kami biayai dengan APBD Provinsi. Tapi kan persebarannya kurang maka kemudian kami dorong," jelasnya.

Sejauh ini, sudah ada tiga SMK Jateng, yakni SMK Jateng di Kota Semarang, SMK Jateng di Kabupaten Pati, dan SMK Jateng di Purbalingga.

Ketiga sekolah itu menggunakan sistem boarding school.

Sumber: TribunMuria.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved