Berita Nasional

Polisi Ungkap Kronologi Audi A6 Milik Perwira Polri Lindas Mahasiswi Cianjur, Sopir Jadi Tersangka

Polisi ungkap kronologi kecelakaan mobil Audi A6 lindas dan tewaskan mahasiswi di Cianjur. Penumpang sebut mobil itu milik perwira Polri

TribunJabar.id/Fauzi Noviandi
Penampakan Audi A6 yang disebut menabrak mahasiswi Cianjur, Selvia Amelia Nuraini. Mobil tersebut dijadikan sebagai barang bukti di Mapolres Cianjur. 

TRIBUNMURIA.COM, JAKARTA - Sopir mobil sedan mewah Audi A6 (sebelumnya sempat diberitakan A8), SG (41), ditetapkan sebagai tersangka kasus tabrak lari yang tewaskan mahasiswi di Cianjur, Selvi Amelia Nuraini (19).

Audi tersebut merupakan milik anggota Kepolisian Republik Indonesia (Polri), berdasarkan keterangan dari penumpang mobil Audi A6 yang merupakan istri dari seorang polisi.

Selain menetapkan SG sebagai tersangka, polisi juga mengungkapkan kronologi kecelakaan maut yang merenggut satu korban jiwa itu.

Baca juga: Mahasiswa UI Tewas Korban Kecelakaan Jadi Tersangka, Polisi: Dia Hilangkan Nyawanya Sendiri

Baca juga: Polisi Dalami Motif Kasetpres Palsu Agung Wahono yang Ditangkap setelah Tasyakuran di Semarang

Baca juga: Dibayangi Cuaca Buruk, Tim SAR Berhasil Evakuasi Pendaki yang Meninggal di Gunung Lawu

Kronologi versi polisi

Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Jabar Kombes Ibrahim Tompo menjelaskan kronologi berdasarkan hasil penyelidikan kepolisian.

Menurut Ibrahim, penetapan tersangka berdasarkan pemeriksaan saksi-saksi dan sejumlah alat bukti.

Ibrahim menjelaskan, berdasarkan keterangan di lapangan kendaraan sepeda motor yang dikendarai korban sempat menabrak kendaraan yang ada di depannya.

Setelah itu, korban sempat jatuh ke sebelah kanan. Sementara itu, sepeda motor yang dikendarai korban jatuh ke sebelah kiri.

Kendati demikian, kata Ibrahim, posisi korban masih berada di jalur yang dilalui, artinya tidak melintas jalur.

"Kemudian, pada saat setelah itu datanglah kendaraan Audi ini dan akhirnya melindas korban, tapi dalam jalur yang melampaui jalur audi tersebut."

"Artinya, berada pada jalur di korban," tutur Ibrahim, dilansir dari Kompas TV, Minggu (29/1/2023).

Berdasarkan kesaksian dari penumpang yang berada dalam kendaraan tersebut, Ibrahim mengatakan, kedua saksi juga mengaku sempat merasakan adanya benturan pada saat kejadian.

"Kemudian masyarakat di sana juga sempat mendengar suara 'gubrak', begitu," tuturnya.

Berdasarkan pemeriksaan Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis), kata Ibrahim, juga ditemukan adanya sobekan pada bumper bawah.

Selain itu, juga ada goresan mulai dari depan sampai belakang dengan jarak sekitar 20 sentimeter.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved