Berita Jateng

Dirut Injourney: Hotel Dibya Puri Semarang Akan Diaktifkan Kembali, Kini Tahap Kajian dan Desain

Bangunan Hotel Dibya Puri, Jl Pemuda, Kota Semarang yang sudah mangkrak belasan tahun akan dihidupkan kembali. 

Editor: Moch Anhar
TRIBUNMURIA.COM/MOH ANHAR
Dirut Injourney Dony Oskaria (kiri) sedang berbincang terkait pengembangan wisata di sela acara Street Festival di Kota Lama, Semarang, Sabtu (22/1/2023). 

TRIBUNMURIA.COM, SEMARANG - Bangunan Hotel Dibya Puri, Jl Pemuda, Kota Semarang yang sudah mangkrak belasan tahun akan dihidupkan kembali. 

Hotel Dibya Puri, yang merupakan kelanjutan hotel papan atas era Hindia Belanda, Du Pavillon, ini mulai dibangun pada 1847. Pada perhelatan pameran akbar Koloniale Tentoonstelling tahun 1914, bangunan sempat dilakukan perombakan dan perluasan.     

Direktur Utama Injourney, Dony Oskaria mengatakan, saat ini upaya mengaktifkan kembali Hotel Dibya Puri dalam tahap kajian dan desain.  Hotel ini memiliki lahan seluas 1 hektare dan layak untuk dikembangkan. 

"Dibya Puri ini hotel bersejarah, memiliki potensi baik untuk dikembangkan. Kita ingin mengembangkan hotel heritage. Ini nanti kita akan kembalikan," katanya ditemui Tribun di sela Injourney Street Festival di Kota Lama, Semarang, Sabtu (21/1/2023).

Pengembangan Hotel Dibya Puri yang mangkrak ini merupakan tindak lanjut dari upaya Hendrar Prihadi saat masih menjabatn Wali Kota Semarang untuk merestorasi penginapan yang mangkrak tersebut.

Gedung Jiwasraya, Jl Letjend Soeprapto, Kota Lama, Semarang berselimut cahaya warna-warni dalam event lighting show bertajuk Street Festival yang digelar Injourney, Sabtu (22/1/2023) malam.
Gedung Jiwasraya, Jl Letjend Soeprapto, Kota Lama, Semarang berselimut cahaya warna-warni dalam event lighting show bertajuk Street Festival yang digelar Injourney, Sabtu (22/1/2023) malam. (TRIBUNMURIA.COM/MOH ANHAR)

Diharapkan, pengaktifan kembali Hotel Dibya Puri mampu membuat kawasan yang sudah ditata ini lebih baik.

Di kawasan ini terdapat Pasar Johar serta alun-alun yang juga baru dilakukan revitalisasi, yang diresmikan setahun lalu.

Sebagaimana diketahui, Injourney merupakan holding BUMN pariwisata yang melingkupi seluruh industri yang bergerak di bidang pariwisata. Injourney ini menyatukan kekuatan dari berbagai lini bisnis, mulai dari lini penerbangan, destinasi wisata, manajemen pelestarian, hotel, hingga ritel.

InJourney mengandeng Angkasa Pura, Angkasa Pura II, Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko (TWC), Hotel Indonesia Group (HIG), dan PT Sarinah sebagai anggota holding untuk bersinergi bersama memulihkan sektor pariwisata dan ekonomi nasional.

Dony menambahkan, Kota Semarang saat ini menjadi perhatian pihaknya, khususnya untuk optimalisasi Kota Lama.

Di kawasan bersejarah peninggalan kolonial Belanda ini, 82 persen bangunan di Kota Lama merupakan aset BUMN.        

Ia menandaskan, seluruh BUMN sudah sepakat untuk mengaktivasi bangunan-bangunan tua agar lebih memiliki daya tarik.

"Hari ini kita mulai satu event percontohan kepada pengelola (Pemkot Semarang) yang bisa membuat satu manfaat. Event ini tumbuh dari masyarakat sendiri. Pengamen, ya pengamen. Penjual makanan, ya jual makanan.
Yang beratraksi, ya beratraksi. Tidak ada talent bayaran," katanya perihal kegiatan Injourney Street Festival ini.

Selain itu, acara Street Festival tersebut juga untuk menunjukkan kepada calon investor bahwa pemerintah serius untuk memajukan Kota Lama

Halaman
12
Sumber: TribunMuria.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved