Selasa, 21 April 2026

Pemilu 2024

Pemilu 2024, Bawaslu Jepara Waspadai Hoaks, SARA, dan Politik Uang

Jajaran Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Jepara mewaspadai maraknya informasi bohong (hoaks), SARA dan politik uang dalam hajatan Pemilu 2024

TRIBUN MURIA/YUNANSETIAWAN
Ketua Bawaslu Kabupaten Jepara Sujiantoko saat menyampaikan paparan ihwal sosialisasi Pengawasan Pemilu Partisipatif di Hotel D'Season, Selasa (20/12/2022). 

TRIBUNMURIA.COM, JEPARA - Jajaran Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Jepara mewaspadai maraknya informasi bohong (hoaks), SARA dan politik uang dalam hajatan Pemilu 2024. Berbagai langkah dilakukan untuk menekan potensi munculnya tiga hal yang berpotensi menggerogoti hadirnya pemilu yang berkualitas dan berintegritas tersebut. 

Hal ini disampaikan Sujiantoko saat kegiatan Sosialisasi Pengawasan Pemilu Partisipatif yang digelar di Hotel D'Season, Selasa (20/12/2022). Kegiatan yang diikuti tokoh lintas agama yang tergabung dalam FKUB, pengurus organisasi keagamaan, organisasi perempuan, pemuda dan elemen lainnya ini menghadirkan dua narasumber yakni perwakilan Kantor Kemenag Jepara, Akhsan Muhyiddin dan pengurus PWI Kabupaten Jepara Muhammad Olies. 

Menurut Sujiantoko, permasalahan Pemilu 2024 tidak jauh beda dengan pemilu-pemilu sebelumnya.  Jajarannya mewaspadai tiga isu utama, yakni hoaks, SARA, dan politik uang. 

"Salah satu yang menjadi sorotan adalah penyebaran hoaks. Karena mudah tersebar melalui media sosial," kata Sujiantoko. 

Baca juga: IKP 2024, Jepara Masuk Kategori Rawan Sedang

Baca juga: Ini Syarat Calon Perseorangan DPD Jateng di Kota Tegal, Minimal 5.000 Pendukung

Baca juga: Bawaslu Jepara Temukan Data Tidak Valid dari 2 Parpol Calon Peserta Pemilu 2024, Partai Apa Saja?

Sujiantoko berharap warga Jepara bisa menyaring informasi yang tersebar di media sosial. Selain itu dia mengharapkan peran serta masyarakat dalam mengawasi proses Pemilu 2024.

"Bawaslu juga memaksimalkan teknologi terkait pengawasan pemilu, semisal lewat aplikasi SiGaplapor. Kalau ada indikasi pelanggaran pemilu silakan laporkan ke panwas terdekat," jelasnya.

Sementara itu, Akhsan Muhyiddin berharap para tokoh agama bisa berperan aktif mengarahkan umatnya agar ikut berkontribusi positif dalam pelaksanaan Pemilu 2024. Langkah ini penting sebagai bagian upaya menjaga kondusivitas daerah selama penyelenggaraan hajatan demokrasi.

"Tokoh agama ini diikuti oleh umatnya, jadi mari kita bersama jaga agar pemilu tetap berkualitas. Jangan sampai umat pecah hanya karena urusan politik," harapnya.

Sementara itu, Muhammad Olies menyampaikan tentang pentingnya literasi media dan etika berinternet, terlebih saat tahun politik. Masyarakat diharapkan tidak mudah terprovokasi dengan berbagai konten yang dimuat di portal media online maupun media sosial.     

Menurutnya, ada banyak tips yang bisa dicoba saat membaca informasi di portal online maupun medsos. Mulai dari tidak mudah tergiring oleh judul, baca artikel hingga tuntas, mengecek identitas website, menelusuri sumber, hingga mengecek berita sejenis dari sumber media lain.

"Kalau bermedsos kita juga bisa membuat narasi dan konten sendiri tapi positif. Jangan fitnah, SARA dan hoaks.  Semisal informasi soal pemilu silakan upload di medsos masing-masing, itu juga bagian kontribusi kita untuk Pemilu 2024 yang berintegritas," tandas jurnalis Tribun Jateng ini.     

Kegiatan sosialisasi ini berjalan gayeng. Sejumlah peserta bertanya dan juga menyampaikan pendapat serta gagasannya. Salah satunya Pdt Danang. Pengurus Badan Musyawarah Antar Gereja (Bamag) Jepara ini menilai pemilu yang berintegritas harus dimulai dari sosok-sosok dan kebiasaan yang berintegritas juga. 

Ia juga menyoroti soal efektivitas pengawasan pemilu yang selama ini dijalankan. Termasuk ada tidaknya jaminan jika hasil pengawasan masyarakat itu bakal ditindaklanjuti oleh jajaran Bawaslu maupun Sentra Gakkumdu. 

"Bicara soal pemilu berintegritas itu harus dimulai dari kebiasaan yang berintegritas juga. Karena kebiasaan itu bisa menular. Kalau terbiasa berintegritas nanti hasilnya seperti itu, begitu juga sebaliknya," ujarnya.  

 

Sumber: TribunMuria.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved