Berita Jateng
Kisah Marwanto Eks Buruh Ki Manteb, Mahir Bikin Wayang Kulit Lapis Emas Berharga Miliaran Rupiah
Kisah Marwanto, mantan pekerja di rumah dalang kondang Ki Manteb Sudarsono, kini mahir bikin wayang kulit berlapis emas berharga miliaran rupiah.
Penulis: Khoirul Muzaki | Editor: Yayan Isro Roziki
SUKOHARJO - Bermula dari 'ngenger' di rumah produksi wayang milik dalam kondang Ki Manteb Sudarsono, Marwanto kini mahir bikin wayang kulit berlapis emas.
Di rumahnya, yang berada di Kelurahan Sonorejo, Kecamatan/Kabupaten Sukoharjo, Marwanto terus berkarya membuat wayang kulit berkualitas tinggi, dan menjadi langganan sejumlah dalang kondang Tanah Air.
Tak heran, satu set wayang kulit lapis emas karyanya dibanderol hingga miliaran rupiah.
Seperti apa?
Kesenian tradisional wayang kulit masih diminati masyarakat nusantara, khususnya Jawa.
Meski terus digempur kebudayaan modern, kesenian yang dulu dipakai untuk medium dakwah Walisongo itu masih bertahan.
Nyatanya, pertunjukan wayang kulit masih bisa ditemukan dalam berbagai acara hiburan masyarakat.
Regenerasi dalang juga masih berjalan.
Ini menjadi kabar baik bagi pengrajin wayang kulit yang mengandalkan mata pencahariannya dari eksistensi kesenian itu.
Marwanto, pengrajin wayang kulit asal Kelurahan Sonorejo, Kecamatan Sukoharjo masih konsisten memproduksi wayang kulit hingga sekarang.
Ia menjadi salah satu produsen wayang kulit paling sukses di daerahnya.
Sejumlah dalang kenamaan semisal Cahyo Kun tadi, Bayu Aji, hingga Sigit Aryanto berlangganan wayang di tempatnya.
Keberhasilannya membangun bisnis wayang kulit adalah buah dari perjuangan panjang.
Sebelum membuka usaha sendiri, Marwanto sempat menjadi buruh Ki Manteb Sudarsono.
Di situ ia ditempa hingga mahir membuat wayang.
"Tapi wayang pak Manteb pasarnya kalangan atas, " katanya, Rabu (14/9/2022)
Meski berstatus dalang kenamaan, Ki Manteb juga memiliki usaha pembuatan wayang kulit.
Marwanto adalah satu di antara 10 pengrajin yang bekerja di rumah Ki Manteb.
Hingga setelah mahir, ia memutuskan untuk membuka usaha sendiri di rumahnya Kelurahan Sonorejo, Sukoharjo.
Kulit kerbau punya keunggulan
Proses pembuatan wayang, menurut dia, serba rumit. Dari pemilihan kulit, ia harus jeli memilih bahan yang berkualitas.
Kulit yang dipakai pun harus dari kulit kerbau karena memiliki keunggulan di banding kulit hewan lain.
"Kulit harus bening mulus. Gak ada gapuknya putih-putih, atau ada goresan karena gampang patah, " katanya
Pembuatan wayang juga membutuhkan waktu lama karena butuh ketelatenan tingkat tinggi, mulai dari pemahatan (natah)hingga pewarnaan.
Belum lagi pengrajin harus membuat wayang sesuai permintaan atau selera pemesan yang berbeda-beda.
Ia mencontohkan, untuk membuat wayang gunungan butuh waktu berbulan-bulan.
Karenanya wajar, wayang Gunungan biasa dijual dengan harga cukup mahal, berkisar Rp7 juta sampai Rp15 juta persatuannya.
Untuk satu tokoh wayang, dijual kisaran Rp3,5 juta sampai Rp4 juta untuk kualitas standar.
Harga wayang mahal sepadan dengan pengerjaannya.
Wayang dengan lapisan (prodo) emas lebih mahal harganya.
Penampilan wayang berlapis emas ini amat mencolok dan mewah.
"Wayang Buto untuk prodo emas harganya Rp7,5 juta, " katanya
Setiap dalang biasanya membeli tidak cukup satu wayang.
Kecuali kolektor yang biasa membeli satuan.
Dalang biasanya membeli beberapa tokoh wayang sekaligus.
Bahkan, tak jarang mereka membeli satu paket wayang komplit.
Untuk membeli satu set berjumlah ratusan wayang, pembeli harus merogok kocek miliaran rupiah.
"Kalau satunya Rp4 juta, dikali 300 wayang (satu set), sudah berapa," katanya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/muria/foto/bank/originals/wayang-kulit-lapis-emas-marwanto-sukoharjo.jpg)