Kamis, 21 Mei 2026

Berita Blora

Aksi Tanam Kelor, Upaya Mahasiswa STAIM dan CDK Dukung Ketercapaian Blora Zero Stunting

Mahasiswa STAI Muhammadiyah Blora bekerja sama dengan Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Wilayah 1 Blora melaksanakan sosialisasi pemanfaatan tanaman kelor.

Tayang:
Penulis: Ahmad Mustakim | Editor: Moch Anhar
Humas STAIM Blora
Kolaborasi mahasiswa KKN STAI Muhammadiyah Blora bekerja sama dengan CDK (Cabang Dinas Kehutanan) Wilayah 1 Blora melaksanakan sosialisasi pemanfaatan tanaman kelor dilanjut penanaman bibit kelor di Dukuh Pulo, Desa Mojowetan Kecamatan Banjarejo Blora pada Jumat 9 September 2022. 

TRIBUNMURIA.COM, BLORA – Mahasiswa STAI Muhammadiyah Blora bekerja sama dengan Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Wilayah 1 Blora melaksanakan sosialisasi pemanfaatan tanaman kelor dilanjut penanaman bibit kelor.

Hal tersebut merupakan upaya zero stunting di Kabupaten Blora. 

Seperti upaya pencegahan stunting di Dukuh Pulo, Desa Mojowetan Kecamatan Banjarejo Blora pada Jumat 9 September 2022.

Diikuti Tim Penyuluh Kehutanan wilayah Banjarejo, Perangkat Desa Mojowetan, Ketua RT dan warga sekitar Dukuh Pulo. 

Baca juga: Upaya Pemberdayaan Masyarakat, Lazismu Kudus Melatih Marbot Beternak Kambing 

Baca juga: Adaptasi Kehidupan kampus, Umku ‎Gelar Masa Taaruf Bagi 1.318 Mahasiswa Baru

Diawali dengan forum sosialisasi dimana Ketua KKN Kelompok 04 STAI Muhammadiyah Blora. 

Kegiatan ini merupakan salah satu program multidisplin sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap kasus stunting di Kabupaten Blora.

Setidaknya tim KKN STAI Muhammadiyah Blora menyerahkan 50 bibit kelor kepada warga Dukuh Pulo untuk ditanam di pekarangan rumah.

Ketua KKN Kelompok 04 STAI Muhammadiyah Blora, Mohamad Saifula Yusuf menjelaskan kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi kepada warga untuk memenuhi nutrisi gizi sejak dalam kandungan.

“Data Pemkab Blora, Desa Mojowetan merupakan salah satu desa stunting. Maka, kami Mahasiswa STAIM berinisiatif untuk memberikan edukasi kepada masyarakat akan manfaat kelor untuk pencegahan stunting,” ungkapnya.

Yusuf berharap usai kegiatan ini, mampu menyiapkan generasi dari usia dini bahkan dari ibu-ibu diharapkan juga terus meningkatkan kreativitas dalam pengolahan daun kelor. 

"Kita juga berharap dengan upaya-upaya kecil ini bisa mewujudkan pemerintah Blora menuju Blora Zero Stunting," harapnya.

Rahma Elsanti, salah satu peserta KKN berharap masyarakat dapat mengembangkan potensi tanaman kelor

Baik sebagai sumber olahan pangan yang kaya nutrisi maupun sebagai salah satu bentuk penghasilan untuk masyarakat di Desa Mojowetan. 

"Kami berharap pohon kelor ini nantinya dapat dirawat dan dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat Desa," harapnya. 

Tim Penyuluh Kehutanan wilayah Banjarejo, Jati Wiyono mengatakan penanaman ini dilatarbelakangi kurangnya informasi dan kesadaran masyarakat terkait manfaat tanaman kelor

Banyak masyarakat yang belum mengerti akan manfaat kelor untuk kesehatan terutama untuk mencegah stunting. 

Baca juga: Dua Wartawan Media Online di Pati Dicatut sebagai Anggota Parpol, Lapor KPU: Ini Pencurian Data

Baca juga: Iwan Budi Kooperatif Jadi Saksi Kasus Korupsi Hibah Tanah, Lalu Ditemukan Tewas, Polisi: Ini Aneh

Diketahui, banyak hasil riset menyebutkan kelor memiliki kandungan gizi yang tinggi dan variatif.

“Karena tanaman kelor mengandung banyak nutrisi. Kaliumnya juga tiga kali lebih banyak dari pisang dan kandungan proteinnya dua kali lebih banyak dari telur," ucapnya.

Perangkat Desa Mojowetan, Muslim mengaku senang dan mengucapkan terimakasih kepada Mahasiswa KKN STAIM Blora yang sudah berinisiatif mengajak warga Dukuh Pulo untuk mengentaskan Stunting di Desa Mojowetan.

"Ini salah satu upaya yang bisa membantu Pemerintah Desa Mojowetan, semoga dengan adanya gerakan tanam kelor bisa memberikan dampak positif bagi masyarakat mojowetan,” ungkapnya. (*) 

Sumber: TribunMuria.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved