Berita Jateng
Napak Tilas Yos Soedarso melalui Rumah Masa Kecilnya yang Berada di Kota Salatiga
Rumah dengan desain lawas dan cat berwarna biru berada di tengah pemukiman padat penduduk di Gladagan RT 01 RW 05 Kelurahan Salatiga.
Penulis: Hanes Walda Mufti U | Editor: Moch Anhar
“Kalau dulu bapak dinakalin oleh teman-temannya, pasti Pak Yos yang melindungi, Pak Yos juga dikenal sebagai sosok yang sangat pendiam dan tidak banyak omong,” imbuhnya.
Sementara tiga orang anak Yos Soedarso hidup di Belanda dan di Jakarta, hanya sesekali mereka mendatangi rumah ini.
"Dua anaknya Pak Yos ada di Belanda, yang nomor satu dan nomor tiga, kalau nomor dua itu di Jakarta,” ungkapnya.
“Kalau yang Belanda itu sudah lama sekali tidak pernah ketemu sama saya, paling hanya teleponan saja. Kalau yang di Jakarta kadang memang masih suka pulang mampir ke sini,” tambahnya.
Endang mengaku ada pihak yang meminta rumah ini dijadikan Museum Yos Soedarso, termasuk dari TNI AL.
Namun, secara pribadi dirinya menolak rumah keluarganya dibeli dan dijadikan museum.
Baca juga: Antisipasi Karhutla, TNI-Polri Bersama Perhutani Gelar Patroli Hutan di Wilayah Kunduran Blora
“Sempat ada penawaran seperti itu rumah ini dijadikan museum, tapi secara pribadi saya menolak karena ini rumah keluarga besar, bukan rumah pribadi Pak Yos,” katanya.
Menurutnya, rumah ini jika dijadikan museum juga kurang tepat karena rumah ini sudah mengalami renovasi saya juga tidak tahu kamar Pak Yos di mana atau barang-barang Pak Yos yang ada hanya foto saja.
“Sesuai amanat mbah, rumah ini dibiarkan sebagai rumah keluarga saja. Bukan soal materi tapi soal kenangan dan historinya,” paparnya. (*)