Berita Jateng

Napak Tilas Yos Soedarso melalui Rumah Masa Kecilnya yang Berada di Kota Salatiga

Rumah dengan desain lawas dan cat berwarna biru berada di tengah pemukiman padat penduduk di Gladagan RT 01 RW 05 Kelurahan Salatiga.

Penulis: Hanes Walda Mufti U | Editor: Moch Anhar
TribunMuria.com/Hanes Walda
Rumah masa kecil Yos Soedarso yang ada di Kota Salatiga, Kamis (1/9/2022). 

TRIBUNMURIA.COM, SALATIGA – Rumah dengan desain lawas dan cat berwarna biru berada di tengah pemukiman padat penduduk di Gladagan RT 01 RW 05 Kelurahan Salatiga, Kecamatan Sidorejo Kota Salatiga.

Rumah ini merupakan rumah keluarga Laksamana Madya TNI Yosaphat Soedarso atau Yos Soedarso seorang pahlawan nasional Indonesia yang bisa dilewati satu kendaraan roda dua sebab terletak di gang sempit.

Di rumah lawas ini Yos Soedarso lahir dan menghabiskan masa kecilnya bersama kedua orang tua serta adik lelakinya.

Sebenarnya tidak banyak benda milik Yos Soedarso yang tersisa di rumah itu.

Baca juga: Kabar Duka Cita, Nyai Heni Maryam Istri Almaghfurlah KH Maimoen Zubair Tutup Usia

Hanya ada dua foto yang menunjukkan kegagahan seorang Yos Soedarso.

Satu foto saat Yos Soedarso mengenakan seragam dan satu foto lainnya merupakan foto Yos Soedarso bersama istri dan juga seorang bayi  anak Yos Soedarso.

Di area halaman rumah tersebut nampak sebuah plang yang menunjukkan bahwa rumah ini merupakan rumah masa kecilnya yang lengkao dengan kisah kepahlawanan.

Plang tersebut dibuat oleh Pemkot Salatiga sebagai bentuk penghormatan terhadap Yos Soedarso.

Saat ini rumah tersebut ditinggali oleh Keponakan Yos Soedarso, Endang Rahayu Soekarnowati (47), satu orang anaknya dan beberapa anak kos.

Rumah ini memang Endang sewakan sebagai rumah kos.

Endang mengatakan rumah ini terjadi beberapa renovasi usai Yos Soedarso menghembuskan nafas terakhir.

“Dulu rumahnya tidak seperti ini, dulu rumahnya gubuk, lalu direnovasi oleh TNI AL sekitar tahun 1970-an,” kata Endang kepada TribunMuria.com, Kamis (1/9/2022).

Dirinya tidak pernah bertemu dengan sosok Yos Soedarso secara langsung.

Namun, dirinya banyak mendengarkan cerita dari ayahnya jika pahlawan nasional itu merupakan sosok yang amat menyayangi keluarganya.

“Dulu bapak suka cerita, kalau Pak Yos sosok yang sangat sayang sama keluarga, sama adiknya, ya bapak saya ini,” paparnya.

“Kalau dulu bapak dinakalin oleh teman-temannya, pasti Pak Yos yang melindungi, Pak Yos juga dikenal sebagai sosok yang sangat pendiam dan tidak banyak omong,” imbuhnya.

Sementara tiga orang anak Yos Soedarso hidup di Belanda dan di Jakarta, hanya sesekali mereka mendatangi rumah ini.

"Dua anaknya Pak Yos ada di Belanda, yang nomor satu dan nomor tiga, kalau nomor dua itu di Jakarta,” ungkapnya.

“Kalau yang Belanda itu sudah lama sekali tidak pernah ketemu sama saya, paling hanya teleponan saja. Kalau yang di Jakarta kadang memang masih suka pulang mampir ke sini,” tambahnya.

Endang mengaku ada pihak yang meminta rumah ini dijadikan Museum Yos Soedarso, termasuk dari TNI AL.

Namun, secara pribadi dirinya menolak rumah keluarganya dibeli dan dijadikan museum.

Baca juga: Antisipasi Karhutla, TNI-Polri Bersama Perhutani Gelar Patroli Hutan di Wilayah Kunduran Blora

“Sempat ada penawaran seperti itu rumah ini dijadikan museum, tapi secara pribadi saya menolak karena ini rumah keluarga besar, bukan rumah pribadi Pak Yos,” katanya.

Menurutnya, rumah ini jika dijadikan museum juga kurang tepat karena rumah ini sudah mengalami renovasi saya juga tidak tahu kamar Pak Yos di mana atau barang-barang Pak Yos yang ada hanya foto saja.

“Sesuai amanat mbah, rumah ini dibiarkan sebagai rumah keluarga saja. Bukan soal materi tapi soal kenangan dan historinya,” paparnya. (*)

Sumber: TribunMuria.com
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved