Selasa, 19 Mei 2026

Berita Jateng

Isu Kenaikan BBM Menguat, SPBU Suruh Kabupaten Semarang Dipadati Antrean Kendaraan

Ratusan kendaraan roda dua maupun roda empat rela mengantre mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBU 44 507 10.

Tayang:
Penulis: Hanes Walda Mufti U | Editor: Moch Anhar
TribunMuria.com/Hanes Walda
Antrean kendaraan roda dua maupun empat di SPBU 44 507 10 di Kecamatan Suruh Kabupaten Semarang, Rabu (31/8/2022) 

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA – Ratusan kendaraan roda dua maupun roda empat rela mengantre mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBU 44 507 10.

Dari isu yang beredar harga BBM jenis pertalite yang semula Rp 7.650 menjadi Rp 10.000 per liter, pertamax yang semula Rp 12.500 menjadi Rp 16.000 per liter dan bio solar semula Rp 5.150 menjadi Rp 7.200 per liter.

SPBU ini berlokasi di Kecamatan Suruh Kabupaten Semarang.

Dari pantauan Tribunjateng.com di lapangan, terjadi antrean panjang sampai masuk ke jalan raya baik itu kendaraan roda dua maupun empat.

Baca juga: Awasi Distribusi BBM Bersubsidi, Polres Pati Periksa Pembeli yang Bawa Jeriken di SPBU

Baca juga: Sejumlah SPBU di Kudus Dipadati Kendaraan Malam Ini, Warga: Pengeluaran untuk Beli BBM Semakin Besar

Antrean ini sempat mengakibatkan kemacetan arus lalu lintas di area SPBU.

Banyak kendaraan roda empat yang rela berjam-jam untuk mengisi BBM di SPBU 44 507 10.

Warga Suruh, Solikun mengatakan bahwa dirinya ikut antre mengisi BBM untuk berjaga-jaga jika harga baru BBM baru diberlakukan.

“Ini saya mengisi BBM untuk jaga-jaga juga kalau besok kejadian harga BBM yang baru,” kata Sholikun kepada Tribunjateng.com, Rabu (31/8/2022).

Menurutnya baru malam ini terjadi antrean mengisi BBM di SPBU ini.

“Kemarin-kemarin lancar tidak ada antrean sepanjang ini,” jelasnya.

Dirinya mengaku dengan adanya isu harga BBM baru berdampak dengan aktivitasnya dalam sehari-hari.

“Kalau benar besok harga baru pasti berdampak dan terasa apalagi buat transportasi sehari-hari,” ungkapnya.

Sholikun berharap agar pemerintah tetap memberlakukan harga BBM lama.

“Iya kalau tepat sasaran dengan harga BBM baru, pengennya harganya masih tetap seperti harga BBM lama,” jelasnya.

Selain itu, warga Suruh, Riki Adi menambahkan bahwa BBM jangan sampai langka karena untuk kebutuhan sehari-hari.

Sumber: TribunMuria.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved