Berita Jateng
Ciptakan Tujuh Varian Teh, Ratih Ingin Teh Lokal Batang Naik Kelas
Ratih Anggun Perdhani, peracik teh yang berasal dari Kabupaten Batang telah berhasil menciptakan tujuh varian teh.
Penulis: Dina Indriani | Editor: Moch Anhar
"Bahan baku teh ini dari lokal Kabupaten Batang, beberapa supplier teh dari luar daerah juga menghubungi saya untuk menggunakan bahan baku dari mereka.
Cuma saya masih idealis untuk mengangkat produk teh lokal sini qalaupun secara harga lebih murah mereka," jelasnya.
Seluruh teh buatannya diberi merk Nala Indonesian Tea, dan beberapa teh yang paling banyak dicari orang adalah varian Dahayu, Santika, dan Swaran Blue.
Teh-teh itu punya khasiat dan rasa yang khas, misalkan Nalawatea dan Santika yang dicari karena khasiat untuk diet hingga relaksasi
Kemudian Swaran Blue punya khasiat detox, relaxing, anti angine, hingga anti oksidan.
Berbagai rempah dicampurkan untuk membuat satu racikan, seperti dalam racikan Nalawatea, dibuat dari teh putih, bunga telang, berry, rose, dan lainnya.
"Ini rasanya lebih fresh ringan, tidak sepet berasa rempah tapi menyatu tidak satu-satu, di badan anget tapi seger," ujarnya.
Baca juga: Isu Reshuffle Menguat, Zulkfili Hasan dan Hadi Tjahjanto Dilantik Jokowi Jadi Menteri Siang Ini?
Baca juga: Proyek Jembatan Merah Purbalingga 5 Tahun Mangkrak, Rugikan Keuangan Negara Rp15,3 Miliar
Baca juga: Angka Hewan Terpapar PMK di Jepara Meroket, Kini 575 Ternak Terjangkit, DKPP: Obat-obatan Menipis
Saat ini, ia bisa memproduksi hingga 250 bungkus teh racikan, satu kemasan berukuran kecil memiliki berat 10 sampai 20 gram.
Sementara kemasan besar beratnya 59 gram dan 100 gram, harganya juga bervariasi, mulai Rp 25 ribu hingga ratusan ribu rupiah.
"Melalui berbagai racikan teh ini, saya ingin membuat teh lokal naik kelas, karena lebih menarik secara tampilan, rasa, dan kemasan," pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/muria/foto/bank/originals/Ratih-Anggun-Perdhani-156.jpg)