Berita Semarang
Bupati Pati Haryanto Sebut Guru Ngaji Punya Peran Fundamental Tangkal Radikalisme
Menurut Bupati Pati Haryanto, para guru mengaji perlu dibekali wawasan kebangsaan untuk ditularkan kepada anak-anak.
Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: Moch Anhar
TRIBUNJATENG.COM, PATI - Menurut Bupati Pati Haryanto, para guru mengaji perlu dibekali wawasan kebangsaan untuk ditularkan kepada anak-anak.
Wawasan kebangsaan yang dimaksud tidak terlepas dari empat pilar utama, yakni Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI Harga Mati.
Hal ini untuk menangkal degradasi rasa nasionalisme akibat munculnya paham-paham radikalisme yang memecah-belah bangsa.
Hal tersebut disampaikan Bupati Haryanto ketika membuka Workshop Wawasan Kebangsaan dan Penguatan Lembaga DPD Per-Guji (Persatuan Guru Ngaji) Pati di Aula Pondok Pesantren Asmaul Husna Mina, Desa Sitiluhur, Kecamatan Gembong, Selasa (17/5/2022).
Baca juga: Tersandung Kasus Penyelewengan Dana PNBP, Begini Kondisi Sepasang Oknum Polisi Di Rutan II Blora
Baca juga: Peringati Haul Habib Thoha, Wali Kota Hendi Komitmen Bangun Wisata Religi Kota Semarang
Baca juga: DPRD Kota Semarang Minta Pemkot Semarang Sosialisasi tentang Penataan Reklame
Workshop ini mengusung tema "Upaya Menangkal Radikalisme".
"Guru ngaji memilik peran fundamental dalam membentuk karakter kebangsaan pada anak-anak generasi penerus," ucap dia.
Menurut Haryanto, saat ini banyak pengaruh negatif yang berpotensi "menyerang" anak-anak. Terlebih di zaman kemajuan teknologi informasi, di mana banyak anak-anak kecanduan gawai atau telepon pintar.
Ia mengatakan, ada banyak cara untuk merusak generasi muda.
Di antaranya melalui narkoba dan paham radikalisme atau ekstremisme beragama.
"Yang bisa menangkal pengaruh negatif itu ialah para guru yang mendidik anak-anak baca tulis Al-Qur'an dan ilmu agama, di tempat pendidikan Islam yang tidak terkontaminasi ajaran yang berbau radikalisme," ujar Haryanto.
Baca juga: Tolak SK tentang KHDPK, Ratusan Karyawan Perhutani KPH Randublatung Geruduk Jakarta
Baca juga: Kasus Pelecehan Seksual di Sragen Jadi Perhatian Kapolres AKBP Pitter
Baca juga: DPRD Kota Semarang Minta Pemkot Semarang Sosialisasi tentang Penataan Reklame
Ia mengungkapkan, menyadari betapa pentingnya peran guru mengaji, pihaknya senantiasa berupaya memberikan apresiasi.
Di antaranya melalui bantuan kesejahteraan yang diberikan rutin setiap tahun.
"Selama 9 tahun lebih saya menjabat sebagai bupati, alhamdulillah saya bisa bantu guru TPQ maupun madin. Sekalipun nilainya tidak banyak, dulu Rp 250 ribu sekarang Rp 900 ribu (per orang). Kalau ditotal tidak kurang dari Rp 12 miliar per tahun, belum termasuk pengurus tempat ibadah," tandas Haryanto. (*)