Berita Jateng
Kisah Kiai Sholeh Tinggalkan Kemapanan Demi Mengajar Agama di Desa Terpencil Sragen
Perjuangan ulama belum selesai setelah masyarakat memeluk Islam. Pemeluk Islam masih butuh bimbingan agar bisa menjalankan syariat dengan benar.
Penulis: Khoirul Muzaki | Editor: Moch Anhar
TRIBUNMURIA.COM, SRAGEN - Perjuangan ulama belum selesai setelah masyarakat memeluk Islam. Pemeluk Islam masih butuh bimbingan agar bisa menjalankan syariat dengan benar.
Masyarakat muslim membutuhkan sosok ulama atau kiai yang bisa membina keimanan mereka setiap waktu.
Karenanya wajar, banyak kiai hijrah (pindah) dari tempat tinggalnya untuk menyiarkan agama Islam.
Muhammad Sholeh salah satunya.
Ia rela hijrah dari tempat tinggalnya di Kabupaten Magelang ke Sragen untuk mengajar agama.
Sebelum pindah ke Sragen, Sholeh adalah pemuka agama yang disegani di tempat asalnya, Magelang.
Ia mengajar agama dan memimpin pengajian di lingkungan tempat tinggalnya.
Baca juga: Diam-diam, Crazy Rich Grobogan Joko Suratno Sumbang Pembangunan Masjid Al Fatah Sragen
Baca juga: Pemkab Kudus Memprediksi Ada 15 Perusahaan yang Cicil THR ke Karyawan
Baca juga: Dua Pasang Muda-mudi Terciduk Saat Asyik di Dalam Kamar Indekos
Di situ, ia bersama anak istrinya sudah memiliki kehidupan mapan.
Lahannya di lereng gunung subur ditanami berbagai komoditas pertanian atau sayuran.
Tapi ia harus meninggalkan kemapanan itu demi misi keagamaan.
Suatu ketika, seorang teman menghubunginya.
Ada komunitas masyarakat di Kecamatan Sumberlawang, Sragen yang butuh bimbingan agama.
Perilaku sebagian masyarakat di wilayah itu bahkan menyimpang dari ajaran Islam, semisal minum minuman keras dan judi.
Daerah itu butuh sosok kiai seperti Sholeh yang bisa membawa kehidupan masyarakat menjadi lebih baik.
Yang membuat hatinya kian terketuk, permintaan itu disampaikan oleh warga atau preman yang ingin kembali ke jalan Tuhan (insaf).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/muria/foto/bank/originals/Kiai-Muhammad-Sholeh-194-2-2.jpg)