Berita Jateng
Semangat Guru Mengaji di Salatiga, Meski Memiliki Keterbatasan Fisik, Bertekad Mengajar Ilmu Agama
Bulan Ramadhan membuat seseorang yang beragama Islam untuk berlomba-lomba mencari pahala walau mempunyai keterbatasan.
Penulis: Hanes Walda Mufti U | Editor: Moch Anhar
Menurut Sabiq, hidup itu dinikmati dan mengambil hikmahnya.
“Jika saya diberi kesehatan malah saya bisa jalan-jalan ke mana-mana dan nanti dikatakan sombong.” Paparnya.
Jika ia menyesali kondisinya yang seperti itu, ia berfikir tidak akan bisa maju.
“Masih ada yang lebih (kurang) dari saya. Alhamdulillah saya bersyukur walaupun kondisi saya seperti ini,” katanya
Selain menjadi guru mengaji TPQ, ia juga seorang guru mata pelajaran Agama Islam di MI Mangunsari Salatiga.
Ia pernah minder dan merasa takut dengan kondisinya seperti ini saat menghadapi anak-anak.
“Nanti bagaimana untuk menghadapi anak-anak, tapi alhamdulillah sampai sekarang tidak ada masalah,” paparnya.
“Anak-anak bisa menerima kondisi saya yang seperti ini,” tambahnya.
Menurutnya, anak-anak MI dengan Sabiq sangat dekat dan akrab.
Baca juga: Kegiatan Ramadan di Lapas Batang, Warga Binaan Rutin Tadarus, Kini Sudah 9 Kali Khatam Alquran
Baca juga: Polda Jateng Siapkan Personel untuk Pengamanan Aksi Demo Besok Senin 11 April
Baca juga: Momen Puasa, Perajin Barongan di Jepon Blora Raih Peningkatan Order
“Bahkan jika satu hari saya tidak masuk sekolah, hari berikutnya pasti anak-anak langsung mencari dan bertanya kepada saya,” paparnya.
“Saya kan kalau pergi ke sekolah pakai motor roda tiga. Pasti setiap sampai sekolah, anak-anak selalu salim dengan saya dan selalu naik ke motor untuk ikut masuk ke sekolah bareng sambil bernyanyi,” tambahnya.
Sabiq berharap agar anak-anak di TPQ maupun MI menjadi sholeh dan sholehah.
“Bagi saya, semoga anak-anak disini menjadi sholeh dan sholehah. Berbakti kepada orang tua. Insyaallah dengan belajar mengaji, apapun dapat dilakukan,” ucapnya. (*)