Opini
Opini Idham Cholid: Politik Daun Salam Kiai Ma'ruf
Opini Idham Cholid: Politik Daun Salam Kiai Ma'ruf Amin Kita mesti belajar banyak dari Kiai Ma'ruf Amin. ultah kiai ma'ruf amin
Perjuangan NU harus dilakukan di semua lini. Tanpa kecuali di wilayah politik.
Semua politisi PKB khususnya haruslah berterimakasih kepada Kiai Ma'ruf. Sosok gigih dan pantang menyerah, "inisiator" lahirnya partai bagi warga nahdliyin.
Saya menyebutnya inisiator, karena secara formal Kiai Ma'ruf memang tidak pernah dipublish sebagai pendiri.
Dengan kegigihannya sebagai Ketua Dewan Syura pertama PKB, partai ini masuk tiga besar pada Pemilu 1999.
Meski kemudian Kiai Ma'ruf cukup hanya menjadi Ketua Komisi VI di DPRRI saat itu (1999-2004), beliau tetap ikhlas dan biasa-biasa saja.
Kiai Ma'ruf tak pernah kendor semangat, apalagi surut langkah. Kiprah perjuangannya sangat jelas, menjadi konstribusi nyata bagi kalangan santri seluruhnya.
Kini, sudah dua tahun Kiai Ma'ruf resmi menjadi Wakil Presiden. Inilah amanah besar yang sebenarnya telah lama dia dapatkan sinyalnya.
Buah keikhlasan perjuangannya. Kiai Ma'ruf memang paling berhak memperoleh itu semua.
Jika amanah besar tersebut secara politik dianggap merupakan capaian, maka soal "daun salam" akan lain ceritanya.
Tentu kita tak akan pernah lupa. "Daun salam itu dicari saat mau masak tapi ketika masakan sudah matang ia yang pertama kali akan dibuang," demikian Kiai Ma'ruf sering mengibaratkan.
Istilah daun salam memang bukan khas Kiai Ma'ruf. Istilah itu tak jarang kita dengar saat kampanye Pemilu digelar.
Tak hanya Kiai Ma'ruf. Para kiai dan muballigh NU juga sering menyampaikan.
Daun salam, kritik untuk politisi egois
Apa maksudnya? Itulah sebenarnya kritik terbuka dari kiai untuk para politisi yang selalu bertindak atas dasar dan untuk kepentingannya sendiri.
Dengan segala cara, mereka selalu pandai mengobral janji. Sedangkan para kiai hanya dimanfaatkan. Dipinggirkan dan bahkan dibuang saat sudah tak diperlukan lagi. Persis daun salam!
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/muria/foto/bank/originals/Idham-Cholid-Kader-NU-tinggal-di-Kalisuren-Wonosobo.jpg)