Minggu, 3 Mei 2026

Berita Internasional

Macron Sebut AS-Eropa Terancam Kehilangan Kredibilitas karena Perang Ukraina dan Gaza

Presiden Prancis Emmanuel Macron memperingatkan Eropa-AS terancam kehilangan kredibilitasnya jika tak mampu hentikan perang di Ukraina dan Gaza.

Tayang:

TRIBUNMURIA.COM, SINGAPURA Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa terancam kehilangan seluruh kredibilitasnya sebagai kekuatan besar dunia dalam menjaga keamanan global, bila gagal menghentikan peperangan di Gaza dan Ukraina. Peringatan ini disampaikan Presiden Prancis Emmanuel Macron saat forum Dialog Shangri-La di Singapura, Jumat (30/5).

Dalam pidatonya Macron menyoroti perpecahan antara AS dan China sebagai salah satu ancaman terbesar bagi dunia saat ini. Ia menyerukan pembentukan koalisi baru yang melibatkan Paris dan mitra-mitra di kawasan Indo-Pasifik guna menghadapi tantangan ini. 

Macron yang hadir bersama Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth, ikut bergabung dengan para pemimpin dunia, diplomat, dan pejabat pertahanan di forum keamanan tersebut. Pembahasan utama dalam pertemuan ini adalah meningkatnya ketegasan China, dampak global dari perang Rusia-Ukraina, serta merebaknya konflik di Asia dan Timur Tengah. 

Presiden Perancis itu menegaskan, jika Rusia mampu menguasai wilayah Ukraina tanpa hambatan, maka pertanyaan besar pun muncul: 'Apa yang akan terjadi dengan Taiwan?'. Ia juga bertanya, 'Bagaimana jika sesuatu terjadi di Filipina?'. Macron menekankan, yang dipertaruhkan di Ukraina adalah kredibilitas bersama.

"Bahwa kita masih mampu menjaga integritas teritorial dan kedaulatan rakyat. Tidak ada standar ganda,” tegas Emmanuel Macron, sebagaimana dikutip The Independent pada Sabtu (31/5). 

Sejauh ini China menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya dan terus meningkatkan tekanan militer maupun politik untuk memperkuat klaim tersebut. Beijing tidak menutup kemungkinan menggunakan kekuatan, apabila diperlukan untuk menguasai pulau yang menjalankan sistem demokrasi tersebut. 

Macron juga mengaitkan sikap keras dunia terhadap pencegahan konflik di kawasan dengan pandangan global terhadap isu-isu penting lain, seperti krisis iklim dan operasi militer Israel di Gaza. Ia menyoroti risiko Barat kehilangan kredibilitas di mata dunia jika Israel diberikan kebebasan tanpa batas di Gaza

“Bahkan ketika kita mengutuk serangan teroris, kita justru membunuh kredibilitas kita sendiri di seluruh dunia,” ujar Macron. 

Macron semakin mendekati pengakuan resmi Prancis terhadap negara Palestina, menjelang konferensi di PBB yang bertujuan menyusun peta jalan solusi dua negara. Macron pun memperingatkan akan memperkuat sikap kolektif Uni Eropa terhadap Israel jika respons terhadap krisis kemanusiaan tidak muncul dalam beberapa jam ke depan. 

Menanggapi pernyataan Macron, Kementerian Luar Negeri Israel mengkritik sang pemimpin Prancis dengan menyatakan bahwa 'fakta tidak menarik bagi Macron.' Di tengah tekanan internasional yang terus meningkat, Israel pekan lalu mengakhiri sebagian blokade selama 11 minggu di Gaza, memungkinkan masuknya bantuan terbatas di bawah sistem baru yang mendapat kritik luas dan tidak disetujui PBB. 

Israel menyatakan, klaim adanya blokade kemanusiaan di Gaza adalah kebohongan terang-terangan. Mereka mengeklaim sebanyak hampir 900 truk bantuan telah masuk ke Gaza sejak pelonggaran blokade dan sistem distribusi yang didukung AS telah menyalurkan dua juta makanan serta ribuan paket bantuan. 

“Namun alih-alih menekan para teroris jihadis, Macron justru ingin menghadiahi mereka dengan negara Palestina,” tegas Israel. 

Di sisi lain, perdamaian antara Rusia-Ukraina masih belum menemui titik terang. Namun, belakangan juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan, Presiden Rusia Vladimir Putin siap untuk melakukan perundingan langsung dengan pemimpin Ukraina. Akan tetapi, perlu persiapan matang termasuk penjabaran tuntutan yang merinci guna mengakhiri konflik.

“Presiden Putin mendukung kemungkinan pertemuan pribadi dengan Presiden (Ukraina Volodymyr) Zelensky dan Presiden (Amerika Serikat) Donald Trump, tetapi kontak semacam itu memerlukan persiapan yang baik,” kata Peskov melansir AA, Sabtu (31/5). (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Macron: AS-Eropa Terancam Kehilangan Kredibilitas jika Gagal Hentikan Perang di Gaza dan Ukraina

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved