Iduladha 1444 H

Walhi Jateng Ingatkan Pemerintah Cari Solusi Penggunaan Plastik untuk Bungkus Daging Kurban

Walhi Jawa Tengah mengingatkan pemerintah Kota Semarang untuk mencari solusi alternatif penggunaan plastik untuk bungkus daging kurban.

Penulis: Iwan Arifianto | Editor: Muhammad Olies
Dok Warga Mlobo
Dusun Mlobo, Desa Karangwuni, Kecamatan Pringsurat, Kabupaten Temanggung, mewadahi daging kurban ke dalam keranjang bambu sebelum dibagikan ke warga, Minggu (10/7/2022). 

TRIBUNMURIA.COM, SEMARANG - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jawa Tengah mengingatkan pemerintah Kota Semarang untuk mencari solusi alternatif penggunaan plastik untuk bungkus daging kurban.

Manajer advokasi dan Kampanye Walhi Jawa Tengah, Iqbal Alma mengatakan, plastik masih menjadi favorit masyarakat untuk membungkus daging kurban.

Harga murah dan ringkas menjadi alasan masih kerapnya plastik sekali pakai digunakan. 

Padahal kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatibarang sudah overload. 

Bahkan, kiriman sampah harian warga Kota Semarang ke TPA Jatibarang mencapai 800 ton sampai 1.200 ton mayoritas adalah sampah plastik.

"DLH (Dinas Lingkungan Hidup) seharusnya menyediakan informasi seberapa ancaman dampak timbunan sampah plastik saat Iduladha," ucap Iqbal Alma, Rabu (28/6/2023). 

Baca juga: Siklus Komitmen Dukung Pemerintah Kurangi Sampah Plastik, Umumkan Ekspansi Model Bisnis

Baca juga: Kurangi Sampah Plastik, Warga Mlobo Temanggung Bagikan Daging Kurban Gunakan Besek Bambu

Menurutnya, penggunaan plastik untuk daging kurban setiap tahunnya harus dikurangi.

Walhi tak memungkiri kebiasaan tersebut bakal sulit berubah.

Maka, perlu peran semua pihak terutama pemerintah lewat alat-alat negaranya yang bisa memberikan imbauan dari camat hingga RT.

"Kalau kami lebih mengandalkan ke anak muda yang lebih terbuka soal isu tersebut," jelasnya.

Kendati butuh waktu lama, kebiasaan tersebut bisa mulai dilakukan mulai tahun ini.

Di antaranya dengan memberikan imbauan kepada penerima daging kurban untuk membawa tempat daging sendiri dari rumah.

"Pola hidup zero waste harus tetap dilakukan," paparnya.

Merujuk  data lembaga Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik (GIDKP), setiap 1 ekor sapi membutuhkan kurang lebih 150 kantong plastik.

Setiap 1 ekor kambing membutuhkan kurang lebih 25 kantong plastik.

Sumber: TribunMuria.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved