Berita Jepara
Dua Santri Jadi Tersangka, Buntut Keributan di Pesantren Ash-Babussyifa Bangsri Jepara
Keributan yang terjadi di Pondok Pesantren Ash-Babussyifa pada Minggu (18/6/2023) berbuntut panjang. Dua santri ditetapkan sebagai tersangka.
Penulis: Muhammad Yunan Setiawan | Editor: Muhammad Olies
TRIBUNMURIA.COM, JEPARA- Keributan yang terjadi di Pondok Pesantren Ash-Babussyifa pada Minggu (18/6/2023) berbuntut panjang.
Dua santri Pondok Pesantren Ash-Babussyifa ditetapkan sebagai tersangka oleh Polsek Bangsri.
Dua santri jadi tersangka itu berinisial UL dan HM.
Keributan ini bermula dari kedatangan SW ke Ponpes Ash-Babussyifa.
SW yang semula dari perantauan sengaja pulang ke rumah karena mendapat kabar jika istrinya telah diancam oleh salah seorang santri Ponpes Ash-Babussyifa.
Saat tiba di Jepara, ia langsung menuju Ponpes Ash-Babussyifa, Minggu (18/6/2023).
Pesantren itu tak jauh dari rumahnya, di Desa Jerukwangi, Kecamatan Bangsri, Kabupaten Jepara.
Pengasuhnya juga masih memililiki hubungan saudara dengan dirinya.
Saat memasuki area pesantren itu sejumlah santri menghadangnya.
Namun ia tetap merangsek masuk. SW mencari santri berinisial BU (19) yang telah mengancam istrinya dengan senjata tajam.
"Ceritanya menanyakan yang namanya U, siapa orangnya," kata Kapolsek Bangsri Iptu Rusyanto, Kamis (22/6/2023).
Baca juga: Menengok Pesantren Istighfar Tombo Ati Semarang, Tempat Mantan Preman Belajar Kesejatian Hidup
Baca juga: Wamenag Ingin Pondok Pesantren Beradaptasi dengan Teknologi
Baca juga: Hati Suhita, Film Tentang Kiprah Perempuan di Pondok Pesantren Tayang 25 Mei 2023
Di dalam pesantren itu terjadi keributan antara SW dan sejumlah santri.
SW juga mendapat pukulan dari santri. Kemudian SW lari menuju luar area pesantren.
Kondisi pagar pesantren yang tertutup memaksanya melompat.
Saat melompat itu perutnya kena sabetan celurit.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/muria/foto/bank/originals/ssssssssssxxxx.jpg)