Senin, 18 Mei 2026

Berita Blora

Fakta Kisruh Perindo Blora, Baskoro Santiko Urung Jadi Caleg hingga Mundur dari Jabatan Ketua DPD

Fakta geger atau kisruh Partai Perindo Blora, Baskoro Santiko, urung jadi bakal caleg DPRD Blora hingga mundur dari Ketua DPD Blora.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Ahmad Mustakim | Editor: Yayan Isro Roziki
TribunMuria.com/Ahmad Mustakim
Baskoro Santiko, saat menjadi masih menjadi Ketua DPD Perindo Blora, mengantarkan para bacalegnya mendaftarkan diri ke KPU Kabupaten Blora, beberapa waktu lalu. 

TRIBUNMURIA.COM, BLORA – Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Blora dilanda kisruh saat tahun politik menjelas Pemilu 2024.

Baskor Santiko urung menjadi bakal calon legislatif (caleg) DPRD Blora, hingga mundur dari jabatan Ketua DPD Perindo Blora.

Bahkan, Baskor Santiko, telah mengirimkan surat pengunduran dirinya kepada Ketua Umum Perindo, Hary Tanoesoedibjo.

Baca juga: Resmi Dapat Dukungan Perindo, Ganjar: Hary Tanoe Punya Kekuatan Media Besar, Energi Kita Banyak

Baca juga: Aksi Demonstrasi Tuntut Bongkar Kasus Suap Seleksi Perades, Nama Ketua Perindo Blora Turut Disebut

Baca juga: KPU Blora Temukan Belasan Bacaleg Masih Berstatus PNS di KTP saat Vermin Bacaleg DPRD

Kisruh di tubuh Perindo Blora ini menjadi kejutan. Musababnya, Baskor Santiko telah mengawal pendaftaran bakal caleg Perindo ke KPU Blora.

Meski dinilai mengejutkan, Baskor Santiko mengatakan, pengunduran dirinya dari bakal caleg DPRD hingga Ketua DPD Perindo Blora sudah bulat.

Baskor mengatakan, alasan dirinya mundur lantaran tak memiliki cukup waktu untuk menggalang massa untuk memenuhi target-target yang telah ditetapkan Perindo Blora.

Hal itu diperparah dengan banyaknya muncul gesekan antarpengurus di Perindo Blora.

Baskoro menegaskan, adanya gesekan di dalam internal partai membuat dirinya menarik diri dari pencalegan dan mundur dari ketua DPD Perindo Blora.

"Jujur terjadi ketidakharmonisan di antara pengurus partai Perindo," ucap Baskoro Santiko kepada tribunmuria.com, Rabu (21/6/2023).

Baskoro Santiko merasa tidak dihargai saat menjadi Ketua DPD Blora.

Misalnya, tindakan overlapping yang dilakukan pengurus lainnya kepada dirinya.

Selain itu, keputusannya itu juga didukung oleh faktor keluarga.

Dirinya ingin lebih bisa menghabiskan waktu untuk bersama keluarga.

Selain itu, dirinya mengakui juga banyak kegiatan di luar partai.

‘’Ketika rapat saya merasa tidak dihargai. Memang saya ini orang baru di Perindo, tapi tolong saling menghargai saja."

Sumber: TribunMuria.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved