Iduladha 1444 H
Jokowi Bagikan 10 Ekor Hewan Kurban di Jateng, Berat di Atas 500 Kg
Presiden Jokowi direncanakan membagikan 10 ekor sapi untuk hewan kurban di wilayah Jateng pada momen Idul Adha tahun ini.
Penulis: Agus Iswadi | Editor: Muhammad Olies
TRIBUNMURIA.COM, KARANGANYAR - Presiden Jokowi direncanakan membagikan 10 ekor sapi untuk hewan kurban di wilayah Jateng pada momen Idul Adha tahun ini.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Kepala Balai Inseminasi Buatan Ungaran Jateng, Agus Sucipto saat meninjau kandang sapi milik peternak, Kasno di wilayah Desa Doplang Kecamatan Karangpandan Kabupaten Karanganyar pada Selasa (20/6/2023).
"Kami dari Dinas Peternakan Jateng mendapatkan amanah mencarikan sapi untuk presiden, untuk hewan kurban," katanya Agus kepada Tribunjateng.com.
Dia menyampaikan, ada 10 ekor sapi yang rencananya akan digunakan untuk hewan kurban pada tahun ini baik itu untuk ponpes maupun masjid.
Dari 10 ekor tersebut, 9 ekor dialokasikan untuk wilayah Kota Solo dan 1 ekor untuk Kabupaten Blora.
Baca juga: Hewan Terjangkit LSD Boleh Dijadikan Hewan Kurban? Begini Penjelasan MUI Kudus
Baca juga: Domba Merino Asal Dieng Wonosobo Diminati Pembeli Hewan Kurban, Ini Kisaran Harganya
Pihaknya telah menjaring sapi yang diusulkan untuk hewan kurban presiden berdasarkan informasi dari dinas peternakan kabupaten/kota se Jateng serta kelompok ternak.
Ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi untuk sapi kurban.
Oleh karena itu, lanjutnya, dinas melakukan identifikasi lapangan untuk memastikan sapi yang diusulkan sesuai dengan kriteria dari Sekretariat Kepresidenan seperti berat di atas 500 kg.
"Setelah uji lab, sehat atau tidak sehat, kemudian dilaporkan ke sekretariat. Yang menentukan dibeli atau tidak tergantung Setpres, kita hanya menghimpun data saja," jelasnya.
Agus menerangkan, di Kabupaten Karanganyar ada dua ekor sapi yang diusulkan untuk hewan kurban presiden.
Dua ekor tersebut masing-masing, milik Suparno peternak asal Desa Pandeyan Kecamatan Tasikmadu dan Kasno, peternak asal Desa Doplang Kecamatan Karangpandan.
"Milik Kasno, informasi yang kami terima dari Setpres tidak lolos karena untuk Soloraya kita cari berat sekitar 1 ton," ucapnya.
Kendati demikian, pihaknya akan membantu Kasno untuk mencarikan pembeli sapi tersebut.
Selain itu dinas terkait juga akan menindaklanjuti keluhan dari Kasno terkait kondisi sapinya usai dilakukan pengambilan sampel untuk uji laboratorium.
Para peternak, kata Kasno merasa kecewa dan hanya bisa pasrah karena sapi miliknya jenis PO dengan berat 8,1 kuintal batal dibeli untuk hewan kurban presiden.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/muria/foto/bank/originals/bbbbbbbbbeee.jpg)