Berita Blora
Batik Motif Daun Jati Jadi Seragam Batik ASN di Blora
Arif Rohman meluncurkan batik motif daun jati karya UMKM Blora sebagai seragam batik ASN di Kota Sate di sela-sela Festival Investasi dan Job Fair
Penulis: Ahmad Mustakim | Editor: Muhammad Olies
TRIBUNMURIA.COM, BLORA – Bupati Blora Arif Rohman meluncurkan batik motif daun jati karya UMKM Blora sebagai seragam batik ASN di Kota Sate.
Peluncuran itu dilakukan di sela-sela Festival Investasi dan Job Fair 2023 yang digelar untuk memeriahkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 2 Mall Pelayanan Publik (MPP) Pemkab Blora di Gedung Olahraga (GOR) Mustika Blora, Selasa (6/6/2023).
Bupati Blora H Arief Rohman yang hadir dalam pembukaan mengungkapkan, festival ini merupakan salah satu upaya jajarannya untuk meningkatkan investasi di Kota Sate.
Investasi itu diyakini juga bakal membuka lapangan pekerjaan di Blora.
"Untuk meningkatkan investasi kita di Kabupaten Blora dan untuk lapangan pekerjaan, membuka peluang kerja di Kabupaten Blora ini," ungkap Arief Rohman kepada tribunmuria.com, Selasa (6/6/2023).
Baca juga: Membanggakan! Batik Ciprat Karya Anak Disabilitas Kedungwungu Blora Dipamerkan hingga Belanda
Baca juga: Rekor MURI Dunia Pecah di Kudus, 11.176 Pekerja Rokok Senam Aerobik dengan Kostum Baju Batik
Baca juga: Melihat Gambaran Kehidupan Masyarakat Cilacap Melalui Batik Kutawaru, Batik dengan Pewarna Alami
Terkait batik Blora, Arief Rohman ingin UMKM yang bergerak di bidang batik bisa ikut andil dan dan berpartisipasi.
Arief Rohman berharap ke depan agar batik Blora lebih di kenal lagi ke luar daerah.
"Alhamdulillah batik Blora sudah mendunia, bisa tampil di pameran nasional dan internasional," ujar Arief Rohman.
Kegiatan Festival Investasi dan Job fair dalam rangka HUT ke 2 MPP akan digelar selama dua hari pada 6 - 7 Juni 2023.
Ketua panitia Bondan Arsiyanti yang juga kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Blora mengungkapkan ada 21 layanan yang dibuka selama kegiatan ini.
"Ada layanan perangkat daerah, perbankan, lembaga, BUMN dan BUMD yang kita libatkan dalam kegiatan ini," ungkapnya.
Dirinya menuturkan, untuk perusahaan, ada 25 perusahaan dan multinasional yang ikut.
Menurut Arsiyanti selama ini memang ada sedikit hambatan dalam mengelola MPP.
Selain SDM kurang pihaknya juga kesulitan mensinergikan perangkat daerah, lembaga dan perbankan.
Namun pihaknya akan terus berusaha untuk mengahdirkan mereka di MPP walau hanya sepekan dua kali.
"Kami harap nantinya MPP akan lebih inovatif berkembang untuk melayani masyarakat Blora," pungkasnya. (Kim)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/muria/foto/bank/originals/asdasdbbbbbbbbbbbb.jpg)