Jumat, 22 Mei 2026

Pemilu 2024

Partai Islam Diprediksi Bakal Meredup Pada Pemilu 2024, Ini Alasannya

Partai Islam diprediksi akan meredup pada pemilu 2024. Alasannya basis massa partai Islam mayoritas mengandalkan ormas Islam dalam menjaring suara.

Tayang:
Penulis: Budi Susanto | Editor: Muhammad Olies
Istimewa
Ilustrasi bendera partai Islam dalam pemilu 2024 (bud). 

TRIBUNMURIA.COM, SEMARANG - Partai Islam diprediksi akan meredup pada pemilu 2024.

Hal itu dikarenakan basis massa partai Islam mayoritas mengandalkan ormas Islam dalam menjaring suara.

Selain itu, partai Islam yang ikut dalam kontestasi politik masih mengandalkan kampanye konvensional.

Dijelaskan Cahyo Seftyono, Peneliti Lembaga Sosial Riset dan Politik Balairung Network+, partai Islam yang hanya mengandalkan basis massa ormas akan kewalahan mengatasi perpecahan.

Pasalnya massa dari ormas Islam juga akan terpecah jika terjadi gesekam dalam tubuh partai. 

"Jika partai Islam tidak punya inovasi, perpecahan tersebut akan bertambah parah pada 2024 mendatang," tuturnya, Jumat (14/4/2023).

Baca juga: Amien Rais Beberkan Kriteria Capres 2024 yang Didukung Partai Ummat: Tak Bagi Sembako Malam Hari

Baca juga: Partai Ummat dan PBB Dipastikan Tak Bisa Ikut Pemilu 2024 di Pati, KPU Sebut Tak Lolos Vermin

Dilanjutkannya, inovasi dan gebrakan baru wajib hukumnya diterapkan oleh partai Islam yang mengikuti kontestasi politik.

Jika tidak partai tersebut akan digerogoti suara partai lama yang akan berdampak pada meredupnya partai Islam pada pemilu mendatang.

Adapun dari 24 partai dalam pemilu 2024, 7 di antaranya adalah partai dengan dasar Islam.

Seperti Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Gelora dan Partai Ummat. 

Cahyo menjelaskan tujuh partai tersebut memiliki tantangan pada perhelatan pemilu 2024.

Menurutnya, mayoritas partai Islam mengesampingkan strategi melalui media sosial.

Karena mesin partai hanya mengandalkan kampanye konvensional, partai Islam tidak memiliki nilai jual di masyarakat.

"Hal itu akan berdampak pada implementasi di lapangan, akan muncul pandangan partai Islam tidak mengutamakan nilai keislaman. Kondisi tersebut harus segera diatasi," tuturnya.
 

Sumber: TribunMuria.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved