Serba serbi Ramadan 1444 H

Awal Ramadan, Penjualan Mukena Bordir Ichika di Kudus Meningkat 50 Persen

Sejumlah pelaku UMKM di Kabupaten Kudus yang berkonsentrasi di bidang usaha mukena kebanjiran orderan pada Ramadan ini

Penulis: Saiful MaSum | Editor: Muhammad Olies
TRIBUNMURIA.COM/SAIFUL MA'SUM
Karyawan Djasmine Bordir Kudus sedang melakukan bordir mukena di rumah produksi Jalan Sukun Raya Desa Peganjaran, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, Jumat (31/3/2023). 

TRIBUNMURIA.COM, KUDUS - Mukena menjadi satu di antara beragam produk yang diburu ketika Ramadan.

Sejumlah pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang berkonsentrasi di bidang usaha mukena kebanjiran orderan.

Satu di antaranya Djasmine Bordir, tempat usaha khusus bordir yang terletak di Jalan Sukun Raya Desa Peganjaran, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus

Semua karya bordir yang menjadi produk Djasmine Bordir dikenal dengan brand Ichika, termasuk bordir mukena. 

Owner Djasmine Bordir, Eni Zunita (42) mengatakan, pihaknya sempat kehabisan stok mukena bordir karena laku keras di awal Ramadan ini.

Kata dia, penjualan meningkat hingga 50 persen atas meningkatnya permintaan. Dari biasanya rata-rata hanya bisa menjual 100 pcs dalam sebulan, di satu pekan pertama Ramadan sudah tembus 150 pcs.

"Hari-hari biasa memang kami nyetok sekitar 100 pcs. Ini di awal Ramadan sudah ludes, bahkan kami produksi lagi dengan mengerahkan 11 tenaga bordir setiap hari," terangnya, Jumat (31/3/2023).

Baca juga: Ramadan, Order Keciput Khas Kudus Melonjak, Lazim Untuk Suguhan Tamu Saat Lebaran

Baca juga: Peci Kang Santri Asal Kudus Banjir Orderan Saat Ramadan, Pemesan Bisa Custom Sendiri

Eni Zunita menjelaskan, harga satuan mukena bordir karyanya dibandrol mulai dari Rp 275.000 - Rp 5.000.000.

Mukena yang paling banyak diburu adalah jenis bahan katun dan rayon dengan harga Rp 275.000 - Rp 600.000 per pcs. Sementara harga Rp 5.000.000 adalah mukena dengan bahan kain sutra lengkap dengan bordir icik ditambah kerancang gunting.  

Eni Zunita memprediksi, penjualan akan terdongkrak kembali pada pertengahan Ramadan hingga mendekati 100 persen. Karena itu, saat ini produksi mukena bordir terus dikebut agar bisa menghasilkan produk sebanyak mungkin dan berkualitas.

"Biasanya memang ramainya pada saat pertengahan Ramadan. Untuk pesanan mukena bordir kain sutra, harus pesan dulu jauh-jauh hari. Karena pembuatan bordir cukup memakan waktu berhari-hari, baik dengan menggunakan mesin maupun manual," ujarnya.

Eni Zunita sendiri menekuni dunia bordir sejak 2006.

Dia adalah generasi ketiga dari keluarga bordir, generasi pertama dilakukan oleh kakek dan neneknya sekitar tahun 1955.

Selain mukena bordir, Eni Zunita juga menghasilkan produk kebaya bordir, rompi bordir, jilbab, tudung, kardigan, dan beberapa produk lainnya. 

Kebaya bordir dibadrol mulai dari Rp 300.000 hingga Rp 5.000.000 sesuai permintaan. Rompi bordir dibandrol mulai dari Rp 195.000 hingga Rp 6 jutaan menyesuaikan permintaan.

Sumber: TribunMuria.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved