Jumat, 22 Mei 2026

Madrasah Ramah Anak

Kemenag Jateng Dorong Semua Madrasah Punya Program Pencegahan Perundungan

Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah menekankan kepada semua Madrasah di wilayahnya untuk memiliki program pencegahan perundungan.

Tayang:
Penulis: Hermawan Endra | Editor: Muhammad Olies
Istimewa
MTSN 1 Kota Semarang menyelenggarakan Roots Day, Sabtu (18/3). Komitmen dalam upaya mencegah bullying di lingkungan Madrasah. 

TRIBUNMURIA.COM, SEMARANG - Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah menekankan kepada semua Madrasah di wilayahnya untuk memiliki program pencegahan perundungan.

Tujuannya agar terwujud Madrasati Jannati, semua Madrasah di jawa Tengah aman dan nyaman bebas dari kekerasan bentuk apapun.

Plt. Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah, Siti Mutmainah memberi apresiasi kepada madrasah yang telah memiliki program pencegahan perundungan.

Madrasah dimaksud antara lain MTSN 1 Kota Semarang, MTSN 1 Rembang  dan MAN 1 Kota Semarang sebagai Madrasah pelopor pencegahan perundungan di Jawa Tengah.

“Yang telah melaksanakan program Roots, program pencegahan perundungan yang berbasis pada siswa Program kerjasama LPA Klaten, KSKK Kemenag RI dan didukung oleh UNICEF Indonesia,” kata Siti Mutmainah

MTSN 1 Kota Semarang yang terletak di Provinsi Jawa Tengah adalah salah satu dari 10 Madrasah dari 3 Provinsi di Indonesia yang dipilih untuk melaksanakan program Roots. Sebanyak 10 madrasah yang terpilih ada dan tersebar di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan DI. Yogyakarta. 

Program Roots merupakan program pencegahan bullying (perundungan) yang berpusat pada siswa. Program ini merupakan kerjasama Kementerian Agama Republik Indonesia dan UNICEF Indonesia untuk mewujudkan Madrasah ramah anak.

Program roots bertujuan untuk membangun interaksi positif di madrasah dengan memusatkan peran pelajar sebagai agen perubahan untuk menyebarkan pesan dan perilaku baik di lingkungan madrasah, khususnya kepada teman sebaya. 

Hal ini sejalan dengan Surat Edaran kementerian Agama RI melalui surat edaran Dirjen Pendidikan Islam Kemenag Nomor B-86/DJ.I/PP.03/01Tahun 2022 tentang penerapan satuan pendidikan ramah anak pada Madrasah yang didalamnya memuat indikator sekolah tanpa kekerasan.

Sebelumnya, program Roots juga telah diadaptasi oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi untuk jenjang SMP, SMA, dan SMK.

Baca juga: Baru 37 Madrasah Demak Pakai Kurikulum Merdeka, Kemenag Kejar Target Tahun Ajaran 2024 Bisa Tambah

Baca juga: Prihatin Netizen Indonesia Disebut Paling Tidak Sopan, Madrasah Damai Gelar Pelatihan Media Sosial

Pada hari Sabtu (18/3), MTSN 1 Kota Semarang menyelenggarakan Roots Day, sebuah puncak acara dari rangkaian kegiatan program Roots, sebagai komitmen Madrasah dalam upaya mencegah bullying di lingkungan Madrasah

Roots Day diselenggarakan bekerjasama dengan Lembaga Perlindungan Anak Klaten yang merupakan mitra UNICEF untuk mengimplementasikan program pencegahan bullying di madrasah.

Kegiatan ini dilakukan bertepatan dengan hari Ulang Tahun MTSN 1 Kota Semarang dengan tema Galang Potensi, Raih Prestasi, dan Jalin Silaturahmi.

Program Roots di madrasah sudah dilaksanakan sejak November 2022 lalu dengan diawali pelatihan fasilitator guru, kemudian di lanjutkan fasilitator guru melatih 40 anak anak agen perubahan dengan 15 kali pertemuan di madrasah masing masing. 

Dengan adanya penguatan kapasitas, diharapkan agar para agen perubahan bisa memberikan pengaruh untuk mengajak teman temannya berperilaku positif sehingga terwujud Madrasati Jannati, Madrasahku Surgaku, dengan terbangunnya iklim yang aman dan menyenangkan di madrasah.

Child Protection Specialist UNICEF Kantor Perwakilan Jawa, Naning Puji Julianingsih menyampaikan untuk mengakhiri kekerasan terhadap anak di lingkungan pendidikan, diperlukan kerjasama yang kuat antara pemerintah dan seluruh warga madrasah, termasuk siswa/siswi madrasah. 

“Apresiasi terhadap MTSN 1 Semarang atas komitmennya untuk mencegah bullying melalui program ROOTS bersama Kemenag dan UNICEF,” ujarnya. 

Ia berharap semoga program yang baik ini dapat terus berlanjut dan dapat menjadi contoh untuk madrasah-madrasah lain di Jawa Tengah untuk mencapai Madrasati Jannati - Madrasah Ramah Anak. 

"UNICEF terus berkomitmen untuk mendukung Pemerintah Indonesia dalam upaya melindungi seluruh anak di Indonesia dari kekerasan, eksploitasi, dan pengabaian,” imbuhnya.

Roots Day dihadiri oleh seluruh siswa MTSN 1 Kota Semarang, para pendidik dan tenaga kependidikan, Bidang Pendidikan Madrasah kanwil Kemenag Jateng, Perwakilan Orang tua, dan perwakilan masyarakat. 

Dalam kegiatan ini agen perubahan mengkampanyekan perilaku positif dan pesan anti perundungan kepada warga madrasah melalui berbagai karya seni seperti drama, puisi, dan terakhir Deklarasi Madrasah Ramah Anak. 

Dalam kesempatan tersebut juga di tampilkan hasil kegiatan agen perubahan selama 15 kali pertemuan, seperti poster, infografis, photobooth, pemecahan balon masalah, dan permainan ular tangga. 

“Harapannya dengan kegiatan ini, seluruh pihak madrasah akan tetap mendukung pelaksanaan program Roots, sehingga terwujud madrasati jannati, madrasah yang aman dan nyaman tanpa kekerasan dan bullying,” pungkasnya.  (*)

 


MTSN 1 Kota Semarang menyelenggarakan Roots Day, Sabtu (18/3). Komitmen dalam upaya mencegah bullying di lingkungan Madrasah

Sumber: TribunMuria.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved