Berita Kabupaten Semarang
Warga Berebut Gunungan Berisi Hasil Bumi di Karnaval Budaya HUT ke-502 Kabupaten Semarang
Ratusan warga berebut hasil bumi yang dipasang di dua gunungan setinggi sekitar dua meter di parkiran Masjid Agung Al-Mabrur, Ungaran Timur, Rabu
Penulis: Reza Gustav Pradana | Editor: Muhammad Olies
TRIBUNMURIA.COM, UNGARAN - Ratusan warga berebut hasil bumi yang dipasang di dua gunungan setinggi sekitar dua meter di parkiran Masjid Agung Al-Mabrur, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, Rabu (15/3/2023).
Aksi rebutan itu termasuk dalam rangkaian Karnaval Budaya perayaan HUT ke-502 Kabupaten Semarang yang jatuh pada hari yang sama.
Satu di antara gunungan itu berisi buah-buahan, sedangkan satu lainnya berisi sayuran.
Aksi rebutan gunungan itu dimulai oleh Bupati Semarang, Ngesti Nugraha.
Ia memegang sebuah kol di tangan kanan dan satu sisir buah pisang di tangan kiri.
Orang nomor wahid di Kabupaten Semarang tersebut langsung memberikannya kepada ratusan warga yang telah berkerumun.
Seorang warga setempat, Eni (48), mendapatkan beberapa hasil bumi tersebut setelah berdesak-desakan bersama warga lain.
Dia mendapatkan tujuh potong singkong, dua potong ubi, serta pisang delapan sisir.
“Alhamdulillah, berkah,” ungkap warga Kelurahan Ungaran tersebut.
Baca juga: Angkat Tradisi Sedekah Kupat dalam Festival Budaya Sunda Cilacap, Ada Kirab Gunungan Kupat
Baca juga: Tradisi Unik Rebo Wekasan di Jepang, Ribuan Warga Kudus Kirab Air Salamun dan Arak 34 Gunungan
Baca juga: Meriahnya Grebeg Suran di Purbalingga, Pagelaran Wayang Kulit hingga Berebut Gunungan Hasil Bumi
Sebagai informasi, gunungan itu disiapkan sebagai bagian dari acara Karnaval Budaya memeriahkan HUT ke-502 Kabupaten Semarang.
Aksi rebutan dilakukan di sela-sela karnaval atau kirab dilaksanakan.
Pembuat dua gunungan itu, Anik Prasteyaningsih mengatakan gunungan buah melambangkan laki-laki dan gunungan sayur melambangkan perempuan.
Dia menerangkan, dua gunungan yang dihadirkan itu merupakan adat dan tradisi.
“Menurut adat dan tradisi, harus ada dua jenis gunungan untuk melambangkan laki-laki dan perempuan,” ungkap Anik, yang juga seorang Duta Pemangku Adat Gedongsongo tersebut.
Sementara itu, pelaksanaan karnaval sendiri berlangsung meriah.
Kirab yang diikuti ribuan peserta baik seniman, pelajar dan lain sebagainya dari seluruh wilayah Bumi Serasi tersebut akan berjalan dari Alun-Alun Bung Karno, Kalirejo menuju depan Rumah Dinas Bupati Semarang di Ungaran.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/muria/foto/bank/originals/usan-warga.jpg)