Rabu, 3 Juni 2026

Berita Kabupaten Semarang

Sehari Jelang Nikahan, Tenda Hajatan Malah Diterjang Longsor, 8 Warga Thekelan Alami Luka

Talud setinggi enam meter longsor menimpa tenda hajatan dan dua rumah di Dusun Thekelan Desa Batur Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Hanes Walda Mufti U | Editor: Muhammad Olies
Tribunmuria.com/Hanes Walda.
Warga Desa Thekelan Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang membersihkan material longsor, Jumat (3/3/2023). 

TRIBUNMURIA.COM, SALATIGA – Talud setinggi enam meter longsor menimpa tenda hajatan dan dua rumah di Dusun Thekelan Desa Batur Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang.

Tenda dan dua rumah tersebut merupakan milik Warno yang rencananya akan menggelar hajatan.

Warga Desa Thekelan, Bungah mengatakan bahwa sebelum talud longsor dan ambruk menimpa tenda hajatan dan dua rumah, wilayah Thekelan diguyur hujan lebat selama dua hari.

Serta pada talud terdapat retakan sepanjang satu meter.

“Ini ambruk sekitar jam 9 pagi, kondisi tidak hujan, tapi kemarin hujan terus hampir sehari,” kata Bungah kepada Tribunjateng.com, Jumat (3/3/2023).

Saat kejadian, pemilik rumah dan keluarga sedang mengantarkan anaknya laki-lakinya yang sedang akad nikah di wilayah Susukan, Kabupaten Semarang.

“Ini tenda sudah dipasang juga tapi kursinya belum dan rencananya akan menggelar hajatan besok Sabtu (4/3/2023),” jelasnya.

Baca juga: Curhatan Sopir yang 2 Hari Terjebak Kemacetan Panjang di Pantura Rembang- Pati: Ini Paling Parah

Baca juga: Kronologi Santriwati Diduga Dilecehkan Pengasuh Ponpes di Ungaran Kabupaten Semarang 

Baca juga: Ini Profil Partai Prima, Ketum - Pengurus dan Sumber Dana, Menangi Gugatan Penundaan Pemilu

Longsoran tersebut juga menimpa warga yang berada dibawahnya dan sedang mempersiapkan untuk pesta pernikahan.

“Keluarga sudah pada kumpul, belanjaan sudah dibeli dan juga sudah mulai rewang,” ungkapnya.

Talud tersebut memiliki panjang 20 meter dan material longsor menimpa delapan korban serta dibawa ke RSUD Kota Salatiga.

Korban luka ringan atas nama Paikuk, Suminem, dan Kasinem.

Serta korban luka sedang yakni Siyam, Sukinem, dan Ngatimah.

“Dua orang yang luka berat dilarikan di RSUD Salatiga bernama Siem dan Ginem,” katanya.

Setelah terjadi longsor, warga bersama BPBD Kabupaten Semarang langsung bergotong-royong membersihkan dan mengevakuasi material longsor. (han)

 

Sumber: TribunMuria.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved