Sabtu, 18 April 2026

Berita Kota Semarang

BREAKING NEWS: Banjir Kembali Rendam Perumahan Dinar Indah, Meteseh, Semarang

Perumahan Dinar Indah Meteseh Semarang diterjang banjir, akibat limpasan air Sungai Pengkol, Minggu (19/2).

Tribunmuria.com/Muhammad Fajar Syafiq Aufa
Kondisi banjir di Perumahan Dinar Indah, Semarang. Ketinggian air bervariasi, mulai dari selutut kini mencapai satu meter. Dan bahkan sore ini terus naik 

TRIBUNMURIA.COM, SEMARANG - Perumahan Dinar Indah Meteseh Semarang diterjang banjir lagi, akibat limpasan air Sungai Pengkol, Minggu (19/2/2023).

Air mulai masuk di RT 6 itu sekira pukul 15:00 WIB.

Ketinggian air beragam, mulai dari selutut orang dewasa hingga mencapai satu meter.

Sore ini, ketinggian air, juga terus naik.

Sejumlah warga yang memantau kondisi perumahan, terlihat menaiki perahu karet.

Dua tanggul yang jebol pada Sabtu (18/2) belum diperbaiki.

Rencananya dua tanggul tersebut akan diperbaiki hari ini. Namun urung karena banjir kembali menggenangi kawasan ini.

Bambu yang sedianya digunakan untuk membuat tanggul darurat itu diamankan oleh pekerja lantaran air terus naik.

Baca juga: Banjir di Meteseh dan Rowosari Semarang, Dua Orang Meninggal Dunia, 5 Lainnya Dirawat ke Rumah Sakit

Baca juga: Tanggul Darurat di Perumahan Dinar Indah Semarang Rembes Lagi, Begini Kondisinya 

Baca juga: Warga Dinar Indah Semarang Ketar-ketir, Tanggul Darurat Rembes, Warga Trauma Banjir Bandang

Diberitakan sebelumnya, Balai Besar Wilayah Sungai Pemali - Juana akan perbaiki tanggul Sungai Pengkol di Perumahan Dinar Indah yang jebol, Minggu (19/2).

Sebagaimana yang telah diketahui, bahwa pada Sabtu (18/2) air sungai pengkol meluap, mengakibatkan dua tanggul di wilayah Kelurahan Meteseh itu jebol.

Tanggul yang jebol berukuran panjang sekira 30 meter, dan 3 meter.

"Karena kita membutuhkan kecepatan, jadi sementara ini mau menggunakan darurat dulu," ujar Pelaksana teknik PPK OPSDA III BBWS Pemali-Juana, Yogie Leksono kepada Tribunjateng.com, Minggu (19/2).

Hal itu mengingat musim hujan di Semarang masih cukup tinggi.

"Kita kejar-kejaraan dengan hujan, jadi kita harus pake darurat," katanya.

Pembuatan tangul darurat itu rencananya akan dimulai pada hari ini.

Sumber: TribunMuria.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved