Berita Jateng
Ini Senjata Pengurai Massa yang Disiapkan Dalmas Polresta Solo, Antisipasi Pengamanan Demo Rusuh
Dalmas Polresta Solo menggelar latihan penggunaan senjata pengurai massa: flash ball atau pelontar gas air mata, senjata setrum, serta road blocker.
Penulis: Muhammad Sholekan | Editor: Moch Anhar
TRIBUNMURIA.COM, SOLO - Aksi balap liar yang meresahkan masyarakat masih kerap terjadi di jalanan Kota Solo.
Dalam rangka mengantisipasi dan mencegah kejadian tersebut, Dalmas Polresta Solo menggelar latihan penggunaan senjata pengurai massa.
Yakni menggunakan flash ball atau pelontar gas air mata, senjata setrum (electric gun), dan road blocker di Lapangan Parkir Stadion Manahan Solo, Kamis (2/2/2023).
Latihan dipimpin langsung oleh Kapolresta Solo Kombes Pol Iwan Saktiadi didampingi Kasat Samapta Kompol Dani Permana Putra.
Baca juga: Ramai Isu Penculikan Anak di Media Sosial, Polisi Minta Warga Tak Mudah Share Info Hoaks
"Latihan ini dalam rangka bagaimana penggunaan dan pengoperasian flash ball atau pelontar gas air mata, senjata setrum (electric gun) serta alat road blocker oleh anggota Dalmas Polresta Surakarta," ucapnya.
Dia mengungkapkan, dalam latihan ini seluruh anggota Dalmas dilatih bagaimana cara penggunaan dan pengoperasian senjata dan alat tersebut.
"Jadi latihan ini dilakukan dalam rangka menggunakan senjata dan alat tersebut dengan baik dan benar,” terangnya.
Iwan menjelaskan, fungsi senjata flash ball atau pelontar gas air mata efektif melontarkan peluru gas air mata hingga 50 meter.
"Karena setelah ditembakkan keluar asap yang memerihkan mata, berfungsi untuk mencerai beraikan massa yang beringas. Baik dalam situasi tawuran atau aksi demo. Senjata ini sangat efektif,” jelasnya.
Dia menambahkan, untuk road blocker merupakan alat penghalau kendaraan dengan sistem stinger spike yang berfungsi untuk menghentikan secara paksa.
Baca juga: 169 Orang Telah Ikuti Masa Pendidikan Guru Penggerak di Blora, Disdik Dorong Terus Asah Soft Skill
Sasaran road blocker digunakan bagi pelaku kejahatan yang sudah diketahui untuk menyerah malah melarikan diri dengan menggunakan kendaraan bermotor maupun untuk pelanggaran lalu lintas, seperti balap liar.
"Dengan harapan dengan adanya pelatihan dapat meminimalisir kecelakaan akibat ketidakpahaman anggota dalam menggunakan peralatan dan persenjataan," tandasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/muria/foto/bank/originals/urai-22.jpg)