Berita Jateng
Alwin Basri Terkenang Awal Mula Ita Wali Kota Semarang Terjun di Kancah Politik
Keluarga menjadi saksi sejarah perjalanan Ir Hj Hevearita Gunaryanti Rahayu MSos hingga akhirnya menduduki jabatan sebagai Wali Kota Semarang.
Penulis: Hermawan Endra | Editor: Moch Anhar
TRIBUNMURIA.COM, SEMARANG - Keluarga menjadi saksi sejarah perjalanan Ir Hj Hevearita Gunaryanti Rahayu, M.Sos hingga akhirnya menduduki jabatan sekarang sebagI Wali Kota Semarang.
Banyak hal yang telah dilalui, seperti yang diceritakan Dr Ir H Alwin Basri MM MIKom.
Suami Ita, sapaan akrab Hevearita Gunaryanti Rahayu itu mengungkapkan, adaptasi dengan lingkungan kerja baru menjadi tantangan yang dirasakan oleh istrinya ketika awal terjun ke dunia politik, sebagai Wakil Wali Kota Semarang.
Wajar saja, keluarga menyadari bahwa bekerja di lingkungan politik merupakan hal baru baginya.
Sehingga dibutuhkan waktu untuk bisa "nyetel" dengan perangkat pemerintahan yang ada.
Sebelum merambah dunia politik dan menjadi Wakil Wali Kota Semarang, Ita berkecimpung di dunia perbankan.
Baca juga: Ponpes Roudlotul Mubtadiin Balekambang Tertua di Jepara, Didik Santri Berdisplin dan Melek Teknologi
Selama 14 tahun, ia bekerja di bank dan sekira satu dekade mengelola Blok Cepu.
Pada 2014, kontraknya untuk mengelola Blok Cepu selesai dan dirinya hendak dipromosikan ke Ibukota Jakarta.
Namun tawaran tersebut tidak diterimanya dan Ita lebih memilih hijrah mencoba keberuntungan di dunia politik sebagai calon kepala daerah Kota Semarang.
Alwin mengaku sempat ragu dengan keputusan tersebut.
Ia mengaku pernah melontarkan sebuah pertanyaan kepada istrinya apakah mampu bekerja di tempat yang tidak seperti biasa dilakukan.
Namun melihat kesungguhan hati istrinya, Alwin pun mendukung dan ikut mendorong istrinya tampil di percaturan politik Tanah Air.
“Kalau saya mendorong, saya sempat menanyakan nanti blusukan ke pasar, sawah, beda lho dengan kantoran yang identik dengan ruang kerja yang harum bersih. Akhirnya pelan-pelan bisa,” kata Alwin Basri.
Begitu pun dengan anaknya yang ikut mendukung setiap langkah serta keputusan yang diambil Ita.
Menurut Alwin, anaknya memiliki jiwa saling menghormati, dan tidak mau ada pertentangan.
Sehingga ia menghargai keputusan, Ita tampil menggeluti profesi baru di pilkada.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/muria/foto/bank/originals/ITA-301-1.jpg)