Berita Jateng

Bernostalgia di Rumah Bekas Studio Foto Gerak Cepat Semarang, Kini Lusuh dan Tembok Penuh Pepohonan

Lusuh dan seperti tak terjamah orang. Begitu kesan saat orang pertama kali berkunjung di bangunan bekas Studio Foto Gerak Cepat, JL Layur, Semarang.

Penulis: Agus Salim | Editor: Moch Anhar
TRIBUNMURIA.COM/AGUS SALIM IRSYADULLAH
Tampak depan, rumput liar tumbuh di dinding bekas Studio Foto Gerak Cepat rumah yang kini telah dijadikan sebagai cagar budaya oleh Pemkot Semarang sekaligus rumah bagi Nurul Hidayah bersama suaminya di jalan Layur no 121 Semarang, Jumat (13/1/2023). 

Namun, banjir rob yang melanda Kota Semarang setiap tahun membuat Nurul menyerah dan menutup jasa usaha foto tersebut di tahun 2003.

GERAK CEPAT 3 246
Kondisi terkini di lantai 2 bekas Studio Foto Gerak Cepat rumah yang telah dijadikan sebagai cagar budaya oleh Pemkot Semarang sekaligus rumah bagi Nurul Hidayah bersama suaminya di jalan Layur no 121 Semarang, Jumat (13/1/2023).

"Sudah kalah dengan rob. Tokonya saya tutup. Kalau mau buka lagi sudah nggak mampu mas," kata Nurul.

Kisah Cinta Semalam PSK dengan ABK

Bangunan bersajarah terletak di Jalan Layur No 121 di Kota Semarang yang bernama Studio Seni Gerak Cepat itu rupanya pernah menjadi tempat untuk mengabadikan cinta sesaat antara anak buah kapal (ABK) dan PSK yang datang ke Semarang.

Dalam buku "Kota Pelabuhan Semarang dalam Kuasa Kolonial" menyebut daerah tersebut sempat menjadi tempat berlabuh bagi kapal yang datang dari penjuru kota. 

"Memang dulu tempat ini banyak dikunjungi para ABK untuk foto bersama wanita (PSK) di sini, ya cinta singkatlah pacar semalam," kenang Nurul.

Saking terkenalnya foto studio tersebut, Nurul menyebut mendiang ayahnya bahkan harus mencari 13 karyawan.

"Dulu karyawan bapak banyak, sampai 13 orang," tambahnya.

Ingin Buat Galeri Foto

Berdasarkan keputusan Wali Kota Semarang Nomor 646/50/Tahun 1992, bangunan bekas studio foto tersebut telah ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya. 

Akan tetapi, Nurul ingin Pemerintah Kota Semarang lebih memperhatikan kondisi bangunan yang kini kian semrawut. 

"Jujur saya bangga rumah ini menjadi cagar budaya. Bisa menjadi saksi sejarah,"

"Tapi setidaknya dibuatkan museum kecil atau galeri foto untuk menata agar nanti wisatawan tahu atau ketika datang ke sini dan ada yang bisa diperlihatkan secara rapi dan patut,” ujarnya sambil menunjukkan foto kenangan dirinya bersama mendiang ayahnya dulu.

Baca juga: Buka Togel HK di Toko Onderdil, Bandar Judi di Ngabul Berhasil Dibekuk Satreskrim Polres Jepara

Sebab, kata dia, dirinya tak akan mampu jika harus mengurus pembangunan galeri foto. 

"Kalau semua dipasrahkan ke saya, ya saya ndak mampu. Ini berat," katanya.

Sumber: TribunMuria.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved