Kontroversi Wanita Emas

Wanita Emas Mengaku Khilaf karena Depresi, Gratifikasi Seks Ketua KPU RI Hoaks: Saya Minta Maaf

Wanita Emas alias Hasnaeni Moein mengaku khilaf karena depresi, hingga membuat pengakuan hoaks alias tak benar soal gratifikasi seks kepada Ketua KPU

TRIBUNNEWS.com/IRWAN RISMAWAN
Bakal Calon Gubernur DKI Jakarta Hasnaeni Moein menjawab pertanyaan wartawan saat konferensi pers di kediamannya di Jakarta, Kamis (17/3/2016). 

TRIBUNMURIA.COM, JAKARTA - Wanita Emas mengaku khilaf karena depresi, sehingga membuat pengakuan kontroversial bahwa ia memberikan gratifikasi tubuh atau gratifikasi seks untuk Ketua Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI) Hasyim Asyari.

Hasnaeni Moein yang diijuluki Wanita Emas itu pun menyatakan bersalah dan meminta maaf kepada Ketua KPU RI atas kehebohan yang muncul karena pengakuannya.

Video permintaan maaf Wanita Emas berdurasi kurang lebih dua menit beredar luas di media sosial (medsos).

Di antaranya diunggah akun Twitter @NyaiBubu.

Ketua Umum Partai Republik Satu Hasnaeni 'Wanita Emas' mengklarifikasi pernyataannya terhadap Ketua KPU RI Hasyim Asy'ari.

Dalam video berdurasi dua menit  itu Hasnaeni menegaskan dugaan asusila yang dilakukan Hasyim kepada dirinya adalah kabar tidak benar alias hoaks.

Baca juga: Selisik Jejak Wanita Emas, Gagal di Pilkada, Tersangka Korupsi, hingga Polemik Graitifikasi Seks

Baca juga: Siapa Hasnaeni Moein Wanita Emas? Tersangka Korupsi Ngaku Beri Gratifikasi Tubuh Ketua KPU RI

Sebelumnya, Hasnaeni Moein mengaku telah melakukan persetubuhan 7 kali dengan Ketua KPU RI, Hasyim Asyari, sebagai bagian dari gratifikasi tubuh yang diberikannya agar Partai Republik Satu lolos Pemilu 2024.

"Bahwa video yang beredar yang menyatakan bahwa saya telah mengalami pelecehan seksual dan pemerkosaan yang dilakukan oleh ketua KPU Hasyim Asyari maka saya nyatakan bahwa hal itu tidak benar," kata Hasnaeni dalam video dikutip Senin (26/12/2022).

Khilaf karena depresi

Dia mengaku, jika pernyataan sebelumnya merupakan kekesalan dirinya dan kekhilafan karena saat ini dia tengah mengalami depresi.

"Perkataan itu saya katakan karena kekesalan saya dan kekhilafan saya akibat saat ini saya sedang mengalami sakit depresi," ucapnya.

"Bahwa pada fakta hubungan saya yang ada selama ini antara dengan ketua KPU RI Hasyim Asyari adalah hubungan bersifat profesional saja dan tidak lebih dari itu," sambung Hasnaeni.

Dia pun kembali memastikan, bahwa adanya dugaan asusila yang dilakukan oleh Hasyim kepada dirinya tidak benar.

"Bahwa saya memastikan jika dikemudian hari terjadi lagi kejadian serupa yang dilakukan oleh pihak manapun saya nyatakan hal itu tidak benar," tuturnya.

Menyelisik sosok Wanita Emas

Profil dan selisik jejak Wanita Emas atau Mischa Hasnaeni Moein, yang menjadi sorotan publik dalam beberapa waktu belakangan ini.

Wanita Emas punya rekam jejak dalam percaturan pemilihan kepala daerah (Pilkada), jadi bintang sinetro, tersangka korupsi, hingga mengaku memberikan gratifikasi seks kepada Ketua KPU RI agar partai yang dipimpinnya lolos Pemilu 2024.

Diketahui, dalam beberapa hari belakangan, Wanita Emas membuat geger publik dengan pengakuan memberi gratifikasi seks atau gratifikasi tubuhnya, kepada Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hasyim Asyari.

Wanita Emas merupakan julukan dari Hasnaeni Moein, perempuan yang lahir di Makassar, Sulawesi Selatan, pada 17 Juli 1976.

Hasnaeni Moein merupakan putri dari mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), H Masyhudulhaq Moein atau lebih dikenal publik sebagai Max Moein.

Max Moein merupakan mantan politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang menjabat sebagai anggota DPR RI periode 1999-2004 dan 2004-2009.

Saat ini, Hasnaeni Moein merupakan memimpin Partai Republik Satu, yang telah dinyatakan KPU gagal dalam proses verifikasi sehingga dipastikan tak akan mengikuti Pemilu 2024.

Di samping itu, Wanita Emas juga merupakan tersangka kasus korupsi yang diduga merugikan keuangan negara Rp2,58 triliun.

Kasus korupsi yang menjerat Wanita Emas tersebut ditangani Kejaksaan Agung (Kejagung).

Habiskan masa kecil di Makassar, pernah jadi bintang sinetron

Mengutip grid.id, semasa kecil, ia mengenyam pendidikan di Makassar.

Hasnaeni dulu bersekolah di SD Labuang Baji Makassar tahun 1983 -1989.

Lulus dari SD, ia melanjutkan sekolah di SMP Prasetyo Makassar tahun 1989-1992 dan SMA Walio Makassar.

Barulah saat memasuki bangku kuliah, Hasna pindah ke Jakarta dan bersekolah di Fakultas Ekonomi Universitas Krisna Dwipayana.

Lulus dari program S1 pada tahun 2000, ia lantas melanjutkan ke jenjang S2 di Magister Manajemen, Universitas Krisna Dwipayana.

Hasnaeni kemudian menjalani program S3 di Program Doktor Ilmu Ekonomi, Universitas Merdeka Malang.

Ia diketahui pernah menjadi Wakil Ketua Himpunan Pengusaha Muda Kosgoro periode 2005-2006.

Ia juga pernah menjadi Wakil Bendahara Umum Partai Hanura pada tahun 2008.

Tahun 2009, ia menjadi Ketua Dewan Pimpinan Nasional Partai Demokrasi Kebangsaan.

Hasnaeni juga pernah bekerja menjadi pegawai di PT Prajna Graha Asri Realty, CV Total Teknik, PT Tleenet Internusa (Investor penyewaan BTS), dan menjadi Komisaris di PT Misi Mulia Production (Production House).

Tak hanya itu, ia juga pernah menjadi pegawai di PT Misi Mulia Metrical (Kontraktor sipil, mekanikal, dan electrical dan menjadi Komisaris PT Misi Mulia Petronusa.

Hasnaeni Moen juga pernah terlibat dalam dunia sinetron dan juga pernah menjadi bintang iklan televisi Sharp pada 2010.

Adapun sinetron yang pernah dia bintangi berjudul Saras 008 dan Jin dan Jun.

Di dunia sinetron, ia menggunakan nama Mischa S Moein.

Gagal di Pilkada

Bakal calon gubernur DKI Jakarta, Mischa Hasnaeni Moein berpose usai mendatangi Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Selasa (12/4/2016). (KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMO)
Hasnaeni Moein termasuk politikus yang berulang kali gagal di pemilihan kepala daerah.

Pada 2010, Hasnaeni pernah menjadi bakal calon wali kota Tangerang Selatan dengan menggandeng Saiful Jamil.

Namun, di pertengahan jalan, bakal calon wakilnya mengundurkan diri.

Pada akhirnya, Hasna batal mendaftar menjadi calon wali kota Tangerang Selatan.

Hasnaeni kembali mencoba peruntungan untuk maju dalam Pilkada DKI Jakarta 2012.

Awalnya, Hasna percaya diri melenggang di bursa cagub dengan mengandalkan dukungan dari 25 partai koalisi non-parlemen, tapi dia kembali gagal mendaftar ke KPUD DKI.

Meski berulang kali gagal dalam dunia politik, Hasnaeni Moein tak patah arang.

Belakangan, ia memimpin Partai Republik Satu dan mencoba peruntungan untuk lolos Pemilu 2024.

Tersangka korupsi, diduga rugikan negara Rp2,58 triliun

Tersangka korupsi Hasnaeni Moein alias Wanita Emas berteriak saat dijemput paksa penyidik Kejaksaan Agung usai ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dana PT. Waskita Beton Precast yang merugikan keuangan negara Rp2,58 triliun, Kamis (22/9/2022).
Tersangka korupsi Hasnaeni Moein alias Wanita Emas berteriak saat dijemput paksa penyidik Kejaksaan Agung usai ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dana PT. Waskita Beton Precast yang merugikan keuangan negara Rp2,58 triliun, Kamis (22/9/2022). (Tribunnews.com/Abdi Ryanda Shakti)

Tersangka korupsi Hasnaeni Moein alias Wanita Emas berteriak saat dijemput paksa penyidik Kejaksaan Agung usai ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dana PT. Waskita Beton Precast yang merugikan keuangan negara Rp2,58 triliun, Kamis (22/9/2022). (Tribunnews.com/Abdi Ryanda Shakti)
Hasnaeni adalah tersangka korupsi dalam kasus penyelewengan dana di salah satu anak perusahaan dari PT Waskita (Persero).

Mengutip Tribun-Bali.com, Hasnaeni ditetapkan sebagai tersangka pada Kamis, 22 September 2022, bersama empat orang lainnya.

Keempat tersangka itu, di antaranya AW selaku pensiunan atau mantan Direktur Pemasaran PT Waskita Beton Precast, Tbk (2016-2020); AP selaku General Manager Pemasaran PT Waskita Beton Precast, Tbk (2016-2020); BP selaku Staf Ahli Pemasaran (expert) PT Waskita Beton Precast, Tbk; dan A yang merupakan pensiunan karyawan PT Waskita Beton Precast, Tbk.

Selama tahun 2016-2022 perusahaan tersebut telah melakukan pengadaan barang yang bersifat fiktif.

Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Dirdik Jampidsus) Kejagung Kuntadi mengatakan, akibat ulah Wanita Emas dkk, negara harus menanggung kerugian sebesar Rp2.583.278.721.001 (Rp2,58 triliun).

Mengaku beri gratifikasi seks agar partainya lolos Pemilu 2024

Hasnaeni Moein mengaku mendapat pelecehan seksual dari Ketua KPU RI, Hasyim Asyari, atau tepatnya memberikan gratifikasi seks.

Berdasar pengakuannya, gratifikasi seks atau gratifikasi tubuh diberikan Wanita Emas dengan harapan Partai Republik Satu lolos verifikasi dan bisa ikut Pemilu 2024.

Namun, harapan ini kandas karena KPU menyatakan Partai Republik Satu tak lolos verifikasi.

Lantaran mengaku telah memberikan gratifikasi seks, tapi Partai Republik Satu tak lolos verikasi membuat Wanita Emas murka.

Ia melaporkan Ketua KPU RI Hasyim Asyari ke Dewan Kehomartan Penyelenggara Pemillu (DKPP).

Laporan ini diajukan Hasnaeni ke DKPP lewat kuasa hukumnya, Farhat Abbas.

Farhat Abbas bahkan mengklaim pihaknya telah mengantongi bukti-bukti dugaan pelecehan yang dilakukan Hasyim Asy'ari.

Bukti-bukti itu, kata Farhat Abbas, termasuk chat pesan WhatsApp dan foto-foto.

“Bukti yang dibawa adalah pengakuan testimoni, kemudian dalam bentuk rekaman video, bukti-bukti komunikasi WA, dan foto-foto pembelian sebuah tiket ke Jogja."

"Kemudian foto-foto kebersamaan dan sebagainya,” terangnya di Kantor DKPP, Jakarta Pusat, Kamis (22/12/2022).

Respons Ketua KPU RI Hasyim Asyari

Ketua KPU Hasyim Asy'ari enggan merespons banyak saat ditanya terkait laporan dugaan pelecehan seksual itu.

Dia mengikuti perkembangan laporan aduan ke DKPP.

"Kami mengikuti perkembangan pengaduan ke DKPP tersebut," ujarnya kepada wartawan, Kamis (22/12/2022).

Saat dihubungi Tribunnews.com, Komisioner KPU, I Dewa Raka Sandi, enggan berkomentar lantaran masih dalam tugas di Medan, Sumatera Utara.

Sementara itu, anggota DKPP J Kristiadi mengatakan pihaknya merupakan lembaga pasif yang akan bertindak jika ada laporan.

Dia menyebut tugas DKPP hanya menerima dan memutus suatu perkara. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul 'Wanita Emas' Hasnaeni Sampaikan Permintaan Maaf ke Ketua KPU Hasyim Asyari Terkait Dugaan Asusila

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved