Berita Jateng
Hetero Space Banyumas Berbagi Ilmu, 50 UMKM Ikuti Kiat Dongkrak Penjualan
Salah seorang UMKM Penghasil Abon dari Banyumas, Nani mengatakan sharing session pembukaan Hetero Space di Banyumas sangat bermanfaat bagi usahanya.
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: Moch Anhar
TRIBUNMURIA.COM, PURWOKERTO - Salah seorang UMKM Penghasil Abon dari Banyumas, Nani mengatakan sharing session pembukaan Hetero Space di Banyumas sangat bermanfaat bagi usahanya.
Usahanya sudah berdiri sejak 3 tahun yang lalu.
"Duh Mas, kena mental banget saya" kata Bu Nani di sela-sela kegiatan pembukaan Hetero Space Banyumas, Jumat (16/12/2022).
Nani merupakan salah satu dari 50 orang pelaku usaha Banyumas yang ikut dalam kegiatan Meet and Greet bersama Bio Hadikesuma, konsultan bisnis yang dikenal sebagai former dari Rumah Kreatif Jogja.
Baca juga: Edarkan Uang Palsu, Lansia Warga Pemalang Ditangkap Polres Purbalingga
Selain itu, ada pula Mentor dari Program Kementerian Perindustrian serta pengampu Pelatihan Berjenjang Balatkop Provinsi Jawa Tengah.
Kegiatan Meet and Greet yang diadakan Bio Hadikesuma merupakan salah satu rangkaian kegiatan yang dilakukan setiap tahun oleh founder BHMTC ini agar bisa menyapa UMKM yang tersebar di beberapa kota.
Apabila tahun sebelumnya kegiatan serupa diadakan di 7 kota, untuk tahun ini Bio mengatakan hanya akan mengadakan di beberapa kota.
Hal itu mengingat keterbatasan waktu dari agenda yang padat sebagai konsultan yang juga masih aktif dalam membantu mengawal roadmap pengembangan UMKM.
Pria yang disapa Bio dengan ciri khas scarfnya ini berhasil menghipnotis dan menyadarkan para pelaku usaha.
Terutama erkait dengan berbagai alasan yang dikemukakan para peserta seperti halnya pemasaran maupun modal yang menjadi alasan klasik selama ini.
"Bagaimana mau maju, kalo selama ini pemikiran dan pemahaman kita masih ngawur.
Persoalan kita itu bukan di pemasaran maupun modal," kata Bio dalam rilis kepada Tribun, Rabu (21/12/2022).
Ia menjelaskan secara gamblang apa yang dikemukakan para peserta bukan masalah sebenarnya.
Hal itu karena persoalan sebenarnya adalah pola pikir dan pemahaman akan istilah-istilah ataupun dalam bisnis itu sendiri.
Bio mengatakan mayoritas UKM membuat produk karena latah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/muria/foto/bank/originals/Rumah-Kreatif-Jogja-2112.jpg)