Berita Jateng

Gerakan Sedekah Sampah, Inspirasi Warga Bojong Untuk Bantu Anak Yatim

Warga desa di wilayah Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah melakukan gerakan sedekah sampah kemudian hasilnya untuk kegiatan sosial.

Foto dokumentasi narasumber
Pengurus program gerakan sedekah sampah bersama pengepul mengambil sampah di rumah warga masuk Desa Tuwel dan Desa Danasari pada Minggu (27/11/2022) kemarin. 

TRIBUNMURIA.COM, SLAWI - Banyak cara yang bisa dilakukan untuk membantu sesama atau orang yang membutuhkan, contohnya seperti warga desa di wilayah Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah melakukan gerakan sedekah sampah kemudian hasilnya untuk kegiatan sosial.

Ketua Fatayat Desa Tuwel, Maya Kholidah, menjelaskan kegiatan sedekah sampah awalnya diinisiasi pimpinan anak cabang (PAC) Bojong.

Kemudian karena bertujuan baik, sekaligus membersihkan lingkungan dari sampah, maka gerakan ini ditindaklanjuti oleh sebagian desa yang ada di Kecamatan Bojong.

Baca juga: Cerita Kreatif Emak-emak di Patemon Semarang, Ubah Tumpukan Sampah Jadi Tabungan Emas

Dikatakan, sekali narik (mengambil) sampah dari rumah warga atau lingkungan, bisa mengumpulkan sekitar empat mobil pickup (bak terbuka) dan semuanya sampah anorganik.

Adapun penarikan sampah dilakukan beberapa bulan sekali dalam setahun.

"Alih-alih menerima uang hasil sedekah sampah untuk diri sendiri, warga lebih memilih hasilnya untuk disedekahkan ketimbang dikantongi," tutur Maya, pada Tribunmuria.com, Senin (28/11/2022).

Untuk alur pengumpulan dan sedekah sampah, menurut Maya awalnya warga mengumpulkan sampah anorganik di rumah masing-masing. 

Program Gerakan Sedekah Sampah
Pengurus Program Gerakan Sedekah Sampah bersama pengepul mengambil sampah di rumah warga masuk Desa Tuwel dan Desa Danasari pada Minggu (27/11/2022) kemarin.

Setelah sudah banyak, nantinya diambil dan langsung dijual ke pengepul.

Meskipun lebih menguntungkan jika sampah dipilah sendiri, tapi karena jumlahnya banyak sehingga membutuhkan waktu dan tempat, akhirnya dijual ke pengepul dalam kondisi tercampur.

"Hasil penjualannya dikumpulkan untuk kegiatan sosial seperti untuk anak yatim. Sebagian juga disisihkan untuk kegiatan sosial lainnya," jelas Maya.

Selain datang sendiri ke pengepul, lanjut Maya, ia dan rekan yang lain juga datang langsung ke rumah warga seperti pada Minggu (27/11/2022) kemarin, di Desa Tuwel dan Desa Danasari untuk mengambil sampah

Bahkan pengepul juga ikut langsung dan sampah juga ditimbang di tempat, kemudian dijual.

Baca juga: Sedimentasi dan Sampah Menumpuk di Sejumlah Sungai Kudus, BPSDA Seluna: 2022 Tak Ada Normalisasi

Jika sudah terkumpul semua, atau akumulasi dari rumah-rumah warga, uang hasil penjualan baru akan diserahkan ke anak yatim, atau saat ada kegiatan sosial, kegiatan agama, dan lain-lain. 

"Awalnya kami berharap dengan gerakan sedekah sampah ini bisa mengurangi permasalahan sampah," ujarnya.

"Gerakan ini awalnya juga mau dibuat seperti bank sampah supaya bisa menyeluruh. Tapi seiring berjalannya waktu, ternyata warga inisiatif hasilnya untuk digunakan membantu anak yatim atau kegiatan sosial lainnya yang lebih bermanfaat," tutupnya. (dta)

Sumber: TribunMuria.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved