Jumat, 22 Mei 2026

Berita Jateng

Pentas Lanang Lenggeran Banyumas Segera Digelar, Ratusan Penari Siap Ikut

Seratus seniman lengger siap tampil dalam gelaran 'Pentas Lanang Lenggeran' yang akan digelar Sabtu (19/11/2022) di Lapangan Desa Pandak, Baturraden.

Tayang:
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: Moch Anhar
Pemkab Banyumas
Seniman lengger yang siap tampil dalam gelaran “Pentas Lanang Lenggeran” Yayasan Budaya Langgengsari bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan. Acara ini rencananya akan digelar Sabtu (19/11/2022) di Lapangan Desa Pandak, Baturraden. 

TRIBUNMURIA.COM, PURWOKERTO - Seratus seniman lengger siap tampil dalam gelaran 'Pentas Lanang Lenggeran' Yayasan Budaya Langgengsari bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi.

Acara ini rencananya akan digelar Sabtu (19/11/2022) di Lapangan Desa Pandak, Baturraden.

Setidaknya seratus seniman lengger mulai dari lengger lanang, penari wanita hingga pemain calung akan berpartisipasi dalam kegiatan ini.

Menurut Program Director pementasan Gilang Akbar, kegiatan ini merupakan upaya memulihkan kembali ekonomi nasional melalui sektor budaya pasca pandemi covid-19.

Baca juga: Pernah Dihukum 15 Tahun karena Aksi Teror, Atok Kini Menekuni Juru Dakwah Cegah Radikalisme

Pandemi yang terjadi dua tahun kebelakang sangat berdampak terhadap para seniman di wilayah Banyumas Raya.

"Berawal dari diskusi saya dengan teman-teman pelaku budaya di Banyumas, karena covid ini mereka nyaris tidak mendapatkan pemasukan sama sekali.

Sebagian dari mereka bahkan ada yang banting setir untuk bekerja kasar, padahal mereka adalah pilar utama pelestarian budaya Banyumas," katanya kepada TribunMuria.com, dalam rilis Jumat (11/11/2022).

Berdasarkan hasil diskusi maka pihaknya mencoba membuat pagelaran seni lenggeran. 

Gayung bersambut ternyata upaya ini mendapat apresiasi dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi.

Harapannya acara ini mampu kembali menggairahkan budaya dan wisata Banyumas.

Sementara itu Ketua Yayasan Langgengsari, Suntoro yang juga merupakan seorang pelestari lengger lanang mengungkapkan dirinya bersama dengan beberapa temannya mencoba melakukan pendataan penari lengger lanang yang berada di wilayah Banyumas Raya.

"Akibat pandemi kan banyak seniman lengger yang berhenti beraktifitas kebudayaan.

Kami mencoba melakukan mapping dan mendata kembali keberadaan mereka.

Menurut kami ini penting database pelestarian budaya Banyumas khususnya lengger lanang," ujar Suntoro.

Berdasarkan pendataan tersebut setidaknya kini Yayasan Langgengsari menemukan sekitar 85 orang pelaku seni lengger lanang yang berada di wilayah Banyumas Raya.

Sumber: TribunMuria.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved