Bisnis dan Keuangan

PT MAS Semarang Klaim Bisa Sulap Aspal Buton Jadi seperti Aspal Mandalika, Harga Kompetitif

PT Mandala Aspalnusa Sejahtera (MAS) Semarang klaim bisa ubah aspal buton jadi aspla hotmix layaknya di Mandalika. TKDN 100 persen, harga kompetitif

Dok PT MAS
PT MAS saat melakukan pengaspalan di Jembatan Kretek, Bumiayu, beberapa waktu lalu 

"Namun umumnya untuk standar jalan Nasional di Indonesia tentu tidak menggunakan aspal setara PG-82. Biasanya setara PG-70," kata dia dalam keterangan tertulis, Senin (3/10/2022).

Dijelaskan Budi, bila ingin membuat hotmix nomer wahid dan berkualitas dengan memanfaatkan aspal Buton secara maksimal sebagai subtitusi aspal minyak, dibutuhkan sentuhan teknogi yang tepat guna secara jumlah serta jenis aditifnya.

Menurut dia, perusahaannya bergerak di bidang industri pengolahan aspal modifikasi, salah satu produk unggulannya adalah konsentrat aspal dengan merk Bit-Up atau Bitumen Upgrade.

Ia menyebut, tingkat komponen dalam negeri (TKDN) pada produknya mencapai 100 persen.

Karena 100 persen TKDN, maka harga jual produknya pun kompetitif dibandingkan produk impor.

Menurutnya, 1 ton Bit-Up hanya dijual Rp27 juta sedangkan produk serupa dari perusahaan asing sekitar Rp 38 juta per ton.

"Perusahaan kami juga sudah mengantongi sertifikasi PG-82," tambah dia.

Mengenai kapasitas produksi, perusahaannya mampu membuat 20 ton Bit-Up per hari.

Menurutnya, 20 ton Bit-Up bisa digunakan untuk membuat 200 ton aspal setara PG-70 atau 100 ton aspal setara PG 82.

100 ton aspal setara PG-82 itu bisa untuk membuat sekitar 1.450 ton hotmix jenis Stone Matrix Aspal (SMA).

"1 ton hotmix untuk 23 meter persegi jalan dengan ketebalan 2 centimeter. Kami pernah menggarap pengaspalan Flyover Kretek, Bumiayu beberapa waktu lalu," lanjut Budi.

"Guna menjaga kualitas aspal yang dihasilkan dengan tambahan zat aditif, PT MAS akan melakukan design serta supervisi selama kegiatan produksi agar aspal yang dihasilkan berkualitas maksimal," pungkasnya. (*)

Sumber: TribunMuria.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved