Minggu, 10 Mei 2026

Berita Jateng

Sara, Gadis Asal Jepang, Menyusuri Jalanan Semarang, Prihatin Banyak Kucing Liar Tak Terurus

Kota Semarang menjadi rujukan bagi relawan asal Jepang untuk belajar kondisi kucing jalanan. Mereka menilai kucing jalanan kurang perhatian.

Tayang:
Penulis: Iwan Arifianto | Editor: Moch Anhar
TRIBUNMURIA.COM/IWAN ARIFIANTO
Empat warga Jepang menyusuri lorong-lorong pasar di Kota Semarang untuk melihat secara langsung kondisi kucing jalanan. Mereka berharap semua pihak makin peduli terhadap kondisi kucing jalanan yang kondisinya memprihatinkan, Kamis (1/9/2022) malam. 

TRIBUNMURIA.COM, SEMARANG - Kota Semarang menjadi rujukan bagi relawan asal Jepang untuk belajar kondisi kucing jalanan.

Mereka menyusuri lorong-lorong sejumlah pasar di Kota Semarang untuk melihat secara langsung kondisi kucing jalanan, Kamis (1/9/2022) malam.

Mereka lantas melakukan street feeding yakni kegiatan memberikan makan kepada  hewan jalanan yang tidak berpemilik sekaligus belajar dalam bidang perkucingan.

Relawan asal Jepang, Sara mengatakan, melihat kondisi di lapangan banyak dijumpai kucing liar. 

Baca juga: Lapak Togel di Semarang Ditutup Dua Pekan Terakhir Ini, Para Pengepul Putar Otak Alih Usaha

"Saya berharap banyak pihak yang semakin peduli terhadap kucing-kucing tersebut," katanya yang diterjemahkan relawan Great Indonesia, Nada kepada Tribunjateng.com.

Pengamat Hewan Jalanan Semarang, Martono mengaku, sangat senang atas kedatangan teman-teman asal Jepang yang mau peduli terhadap nasib hewan jalanan.

Dalam kesempatan itu, ia dapat saling berbagi informasi tentang hewan jalanan yang ada di Jepang maupun di Indonesia khususnya di Kota Lunpia.

"Mereka kebetulan belajar kucing liar hanya di Kota Semarang , tentu suatu kebanggaan semoga kesempatan ini menambah perspektif dan semangat baru bagi kawan-kawan asal Jepang," ucap pria yang akrab disapa Tono itu.

Ia menyebut, hasil berbagi pengalaman tersebut menangkap semacam jurang perbedaan antara kondisi kucing liar di Indonesia dan Jepang.

Di Jepang kondisi kucing liar lebih diperhatikan oleh pemerintah berbeda dengan di Indonesia. 

"Keadaan kucing di Jepang dan di Indonesia sangat berbeda.

Di Jepang, kucing diperhatikan oleh pemerintah sampai ada pulau kucing.

Sedangkan di Indonesia masih kurang perhatiannya," bebernya.

Project Coordinator Gerakan Kerelawanan Internasional (Great) Indonesia, Ben Pramudya, menjelaskan, pihaknya bekerjasama dengan Star Paws Pet Shop untuk menjalankan kegiatan street feeding dan belajar dalam bidang perkucingan di Kota Semarang.

Kegiatan tersebut diikuti oleh empat orang relawan Jepang dan enam orang relawan Indonesia yang datang melalui LSM Great Indonesia.

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan pengalaman kepada relawan Indonesia dan asing akan kenyataan kehidupan kucing liar di indonesia. 

"Kenyataannya kucing liar masih rentan terhadap penyiksaan dan minim perhatian dari masyarakat dan pemerintah," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (2/9/2022).

Selain itu, Great dan Star Paws berkeinginan adanya kolaborasi dengan relawan asing, akan semakin mendongkrak penyebarluasan isu perlindungan hewan liar khususnya kucing jalanan.

Baca juga: Nelayan Jepara Kesulitan Solar, Macet di Demak Disebut Biang Keterlambatan Pengiriman Pasokan

Keterlibatan relawan asing diharapkan memberikan warna yang berbeda dalam kegiatan street feeding yang selama ini baru dijalankan oleh warga lokal saja.

Harapannya, tentu saja agar bisa memberikan kesempatan lebih besar kepada hewan liar untuk hidup lebih baik dan terhindar dari siksaan oknum manusia. 

"Dengan semakin banyaknya orang yang terinspirasi dan mulai melakukan street feeding di lingkungan masing masing, maka keselarasan hidup antar makhluk niscaya akan menjadi lebih baik," tandasnya. (*)

Sumber: TribunMuria.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved