Berita Jateng
Produksi Kecap Manis Merk Bawang Berskala Rumahan, Bercitarasa Lokal Banyumas
Menjalankan usaha produksi kecap rumahan menjadi aktivitas keseharian Sukarni (70). Kekhasan produknya, manis, kental, dan beraroma bawang.
Penulis: Imah Masitoh | Editor: Moch Anhar
TRIBUNMURIA.COM, BANYUMAS - Di usianya yang sudah tidak muda lagi, Sukarni hidup seorang diri di sebuah Desa di Banyumas.
Rumahnya berada di Gerumbul Langgeran RT 4 RW 5, Desa Pasinggangan, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas.
Di rumah inilah Sukarni menghabiskan masa tuanya dengan mencari kesibukan membuat kecap warisan orang tuanya dahulu.
Belum banyak yang tahu memang di Banyumas ada sebuah produksi kecap rumahan yang masih terjaga keasliannya hingga sekarang.
Keterampilan yang diturunkan oleh orang tuanya, sejak ia masih kecil dicoba Sukarni untuk diterapkan ketika sudah berumah tangga.
Baca juga: 54 WNI Korban Penyekapan di Kamboja Akhirnya Bebas, Gubernur Ganjar Pranowo Respons Upaya Pemulangan
Baca juga: KPU Blora Imbau Partai Politik Lakukan Pengecekan Sebelum Mendaftar Peserta Pemilu 2024
Baca juga: Dorong Pengembangan Kopi Robusta Asli Daerah, Despa Beri Inspirasi Warga Karanggintung Cilacap
Melihat bahan-bahan yang ada di sekitar rumahnya bisa dimanfaatkan, Sukarni berusaha memproduksi kecap untuk ikut membantu perekonomian keluarganya.
Diusianya sekarang yang menginjak usia 70 tahun, Sukarni tidak ingat pasti tahun berapa kecap produksinya mulai dibuatnya.
Ia hanya mengingat momen dirinya memperoleh sertifikat izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) tahun 2003.
Kecap manis produksi miliknya memiliki merek Bawang.
Nama sederhana itu ia dapatkan karena melihat komposisi kecapnya yang menggunakan bawang didalamnya.
Produksi kecap miliknya sempat terhenti lama tahun 2005 karena ia harus membantu suaminya usaha ayam boiler yang cukup banyak.
Hingga tahun 2018, ibu lima orang anak ini ditinggal suaminya meninggal dunia.
Usaha yang dirintis suaminya tidak bisa dikembangkan lagi.
Sejak 2020, Sukarni memutuskan untuk memproduksi kecap kembali sebagai salah satu caranya mengisi waktu luang setiap harinya.
"Soalnya saya hidup sendiri, alhamdulillah anak-anak sudah berkeluarga, tinggal satu anak yang belum. Kalau lagi ngga buat kecap ikut kegiatan keagamaan," tutur Sukarni.
Sukarni menceritakan momen dirinya dahulu memulai menjalankan usaha produksi kecapnya sendiri.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/muria/foto/bank/originals/produksi-kecap-27.jpg)