Berita Semarang

Pembangunan Taman Hutan Kota Mijen Semarang Dianggarkan Rp 1 Miliar

Disperkim Kota Semarang melanjutkan kembali pembangunan Taman Hutan Kota Mijen. Taman ini diharapkan dapat dimanfaatkan untuk aktivitas warga.

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: Moch Anhar
TRIBUN JATENG/EKA YULIANTI FAJLIN
Taman Hutan Kota Mijen 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang melanjutkan kembali pembangunan Taman Hutan Kota Mijen pada 2022 ini.

Taman Hutan Kota Mijen diharapkan dapat dimanfaatkan untuk berbagai aktivitas masyarakat. 

Kepala Disperkim Kota Semarang, Ali mengatakan, telah menganggarkan pembangunan sarana dan prasarana di Hutan Kota Mijen sebesar Rp 1 miliar. 

Baca juga: Cabuli Gadis di Bawah Umur, Delapan Anak Muda di Jepara Jadi Tersangka

Baca juga: Bawaslu Jateng Lakukan Supervisi Progres Penyusunan Buku Sejarah Pengawas Pemilu di Kabupaten Blora

Baca juga: Gerai Vaksin Malam Polrestabes Semarang Diserbu Warga, Cari Booster sebagai Syarat Mudik

"Dengan adanya kelanjutan pembangunan Taman Hutan Kota Mijen pada tahun ini diharapkan bisa digunakan sebagai tempat untuk aktivitas warga. Jadi, tidak mangkrak lagi.  Adanya kegiatan masyarakat disana akan ramai," terangnya, Rabu (6/4/2022). 

Menurutnya, detail engineering desain (DED) telah disusun. Fasilitas akan dilengkapi, termasuk tambahan kamar mandi mengingat baru ada satu yang tersedia.

Penerangan taman juga akan ditambah.

Terlebih, ada panggung pertunjukan. Sehingga, panggung bisa difungsikan untuk hiburan masyarakat. 

"Fasilitas pendukung lainnya juga akan kami bangun, misalnya jalan masuk kendaraan dan tempat parkir," tambahnya. 

Pada tahun lalu, Disperkim telah membangun panggung pertunjukan dan lapangan di bagian tengah taman.

Penambahan sarana dan prasarana di Taman Hutan Kota Mijen ini untuk mendukung ruang terbuka hijau (RTH), terutama di wilayah barat dan selatan Kota Semarang. 

Kepala Bidang Pertamanan dan Pemakaman Disperkim, Murni Ediati mengatakan, Taman Hutan Kota Mijen dikonsep untuk lahan terbuka hijau sekaligus berfungsi sebagai wilayah resapan air di sekitarnya.

Baca juga: Antisipasi Kejahatan selama Ramadan, Polsek Todanan Blora Intensifkan Patroli pada Objek Vital

Baca juga: Fransiskus Asisi Jadi Nama Gedung Kampus Unika Soegijapranata di BSB City Semarang, Ini Motivasinya

Ke depan, akan dibangun danau untuk tampungan air hujan sekaligus sebagai pengendali banjir. 

"Lalu, kami akan tanami pohon berukuran besar, yang berfungsi untuk paru-paru kota," imbuhnya. (*) 

Sumber: TribunMuria.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved