Berita Jateng
Mengenal Sosok Parsan, Pelukis Poster Film Legendaris Bioskop Rajawali Purwokerto
Bagi para pecinta film di Purwokerto tentu tidak akan heran dengan poster lukisan yang terpampang di bagian depan bioskop Rajawali.
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: Moch Anhar
TRIBUNMURIA.COM, PURWOKERTO - Bagi para pecinta film di Purwokerto tentu tidak akan heran dengan poster lukisan yang terpampang di bagian depan bioskop Rajawali.
Di tengah perkembangan teknologi dan kemajuan jaman, seni lukis poster film saat ini sudah sangat jarang.
Tetapi Parsan (55) warga Purwokerto ini mendedikasikan dirinya terus berkarya melukis poster film.
Saat melihat Parsan melukis terlihat begitu lentur memainkan kuas.
Lukisan buatannya begitu diingat sebagai nostalgia pecinta bioskop Rajawali.
Baca juga: Polemik Rencana Pendirian Pabrik HWI di Trangkil Pati, Warga Sebut Mafia Tanah Sudah Bermain
Baca juga: Angka Penderita TBC di Kudus Naik, Ini yang Dilakukan Dinas Kesehatan
Baca juga: Simak Harga Emas Antam Hari Ini, Turun Rp5.000 Per Gram, Berikut Daftar lengkapnya
Di depan bioskop legendaris ini, buah karya Parsan terpampang di bagian muka gedung, setiap ada film-film baru rilis.
Dia biasanya melukis di papan triplek berukuran 220cmx110cm.
Tak perlu waktu lama, sebuah poster film Umma Ia tuntaskan hanya dalam dua jam.
Karena sudah sering melukis, ia mencontoh saja poster dari film yang sudah ada dan sedikit berkreasi sebisanya.
"Hanya mirip-mirip saja, berbeda dengan poster aslinya.
Saya tambahi bumbu-bumbu dikit biar tambah menarik," ujarnya sambil sibuk memainkan kuas dan memakai kacamata hitam.
Setelah gambarnya selesai, Ia rampungkan dengan menulis judul film.
Tanpa sketsa font dari komputer, tulisannya rapi, teratur, indah dan mudah dibaca.
Banyak yang tidak meragukan lagi hasil karyanya.
Ia sudah melukis poster film sejak 1990 atau sudah 32 tahun lamanya, sehingga tidak heran ia sangat terlatih.
Ia bercerita poster film Spiderman menurutnya yang paling mudah dibuat.
"Agak susah adalah melukis wajah, Seperti saat muncul film Dilan.
Kalau Film Dilan, memang saya agak jauhkan sedikit agar kemudian tidak begitu terlihat wajahnya," katanya kepada Tribunbanyumas.com (Tribun Network), di Bioskop Rajawali, Rabu (23/3/2022).
Sejak 32 tahun itulah Ia terus bekerja dan berkarya di Bioskop Rajawali.
Sudah tidak terhitung berapa banyak poster lukisan film yang telah dia buat.
"Tidak terhitung mungkin ribuan," imbuhnya.
Ia bercerita sempat berhenti dua tahun lamanya, tahun lalu, saat pandemi.
Di sela-sela, ia tak melukis poster film bioskop, Ia biasanya mendapat pekerjaan melukis di toko, SD, sampai langit-langit Masjid.
Humas Bioskop Rajawali, Eny Kuswati mengatakan Bioskop Rajawali masih mempertahankan lukis konvensional ketimbang digital adalah karena memiliki nilai lebih.
"Karena itu unik, juga menjadi pembeda bioskop yang lain.
Agar ada nilai seninya tersendiri," ungkapnya.
Baca juga: Saya Malu, Kita Seperti Tikus Mati di Lumbung Padi, Gajar Sentil Kemendag Soal Minyak Goreng
Baca juga: Ingin Jadi Polisi? Penerimaan Terpadu Polri 2022 Segera Dibuka, Simak Persyaratan Berikut Ini
Baca juga: Kurangi Sampah Plastik, Siklus Dorong Konsumen Gunakan Produk Shampo Isi Ulang, Bisa Diantar Lho!
Rajawali, lanjut dia, dulu sempat menggunakan kain yang dilukis, baru setelah itu diganti menggunakan triplek.
Sebelum Parsan, ternyata ada seniornya yang mengajari.
Akan tetapi dia sudah sepuh dan berhenti bekerja, dan Parsan yang menggantikannya.
Namun saat ini, belum ada yang bisa menggantikannya posisi Parsan sebagai pelukis andalan bioskop Rajawali. (*)