Rabu, 6 Mei 2026

Berita Jateng

Tarub Sudah Dipasang, Hajatan di Rumah Sumarto Batal Digelar Akibat Banjir

Akibat banjir yang menggenangi Desa Nusadadi Banyumas, hajatan di rumah Sumarto batal digelar, Jumat (18/3/2022).

Tayang:
Penulis: Imah Masitoh | Editor: Moch Anhar
Tribunjateng.com/Imah Masitoh
Acara hajatan batal, tarub sudah terpasang di pelataran rumah Sumarto di tengah kondisi banjir yang menggenang di Desa Nusadadi, Kecamatan Sumpiuh, Kecamatan Banyumas, Jumat (18/3/2022). 

TRIBUNMURIA.COM, BANYUMAS – Akibat banjir yang menggenangi Desa Nusadadi Banyumas, hajatan di rumah Sumarto batal digelar, Jumat (18/3/2022).

Rencana yang sudah dipersiapkan jauh-jauh hari harus batal dilaksanakan.

Tarub (tenda hajatan) yang sudah terpasang di halaman rumah sejak hari Senin lalu masih berdiri.

Terlihat kain dan bunga-bunga yang sudah terpasang hampir rampung harus terendam banjir.

“Tarub sudah dipasang sejak hari Senin lalu,” terang Sumarto.

Baca juga: Sedan Hijau Lemon Berpelat K Saksi Kekejaman Pembunuhan Ibu dan Anak, Jasadnya Dibuang di Kolong Tol

Baca juga: Polisi Tahan Tangis saat Konferensi Pers Pembunuhan Ibu dan Anak, Tak Tega Sampaikan Kondisi Jasad

Sumarto akan menikahkan anak laki-lakinya.

Acara yang harusnya berlangsung hari ini terpaksa diundur dengan batas waktu yang belum bisa dipastikan mengingat kondisi yang tidak memungkinkan.

“Harusnya bawaannya (besan) hari ini, tapi kondisinya seperti ini bagaimana lagi, ngga bisa memaksa keadaan. Ya nanti lihat surutnya kapan” ungkap Sumarto, warga yang batal melaksanakan hajatan.

Meskipun hajatan batal berlangsung, akad akan tetap dilaksanakan di rumah mempelai wanita di Kroya, Cilacap pada Senin (21/3/2022).

“Di sini ngga jadi ada acara, tapi tetap berlangsung kalau tidak ada halangan, calon pengantin dibawa ke rumah calon mertua hari Minggu dan nikahnya Senin,” ujar Sumarto kepada Tribunjateng.com (Tribun Network).

Sumarto tidak mempermasalahkan keadaan yang saat ini sedang terjadi dengan banjir yang menggenang setinggi paha orang dewasa, meskipun tarub sudah terpasang di pelataran rumahnya. 

Sumarto lebih mementingkan akad pernikahan anaknya harus tetap berlangsung, meskipun belum bisa dibarengi dengan hajatan sebagai tradisi syukuran di daerah itu.

“Keadaan begini, yang penting nomor satu saya bisa menikahkan anak saya, urusan lain-lain belakangan,” ucap Sumarto.

Penentuan tanggal ditentukan dari pihak mempelai wanita sehingga pihak mempelai pria tinggal menyanggupi untuk mengikutinya. 

Banjir yang sudah berlangsung dari Selasa (15/3/2022) sempat surut pada Kamis kemarin, yang membuat lega Sumarto untuk bisa melanjutkan acara hajatan yang sempat tertunda ini. 

Namun tidak disangka, hujan lebat terjadi kembali pada Kamis malam hingga menyebabkan air naik kembali di daerah Nusadadi.

“Kemarin sudah surut, niatnya hari Minggu mau panen dulu, hari Senin acaranya malah tadi malam hujan deras air naik lagi, surutnya pasti lama ini,” keluh Sumarto saat diwawancara.

Hujan deras disertai petir dan angin terjadi tadi malam yang membuat sebagain atap tarub sebelah kiri terbang.

“Ngeri tadi malam hujan disertai angin dan petir di sini, air juga mulai naik lagi,” terangnya.

Undangan juga belum disebar kepada para tetangga dan sanak keluarga karena tradisi di sini undangan akan disebar dua hari sebelum hari H acara. 

Tarub belum bisa dibongkar kembali, mengingat kondisi banjir yang masih tinggi dan Sumarto menyerahkan kepada pihak pemilik tarub. 

Meskipun belanjaan untuk keperluan hajatan sudah dipersiapkan, namun Sumarto tidak mempermasalahkan masih bisa digunakan untuk keluarganya di tengah banjir yang masih melanda karena Sumarto memilih untuk tetap bertahan di rumah.

Baca juga: Sempat Buntu, Polisi Bongkar Kasus Pembunuhan Ibu Anak Semarang dari Petunjuk Netizen di Instagram

Baca juga: Dony Pelaku Pembunuhan Ibu dan Anak di Bawah Tol Semarang Sempat Beri Keterangan Palsu pada Polisi

“Rencana acara hari ini, harusnya undangan sudah disebar pada hari Rabu, tapi tidak disangka Rabu kemarin masih banjir, sampai sekarang jadinya undangan belum lagi disebar,” ungkapnya.

Hingga sekarang Sumarto belum bisa menentukan kapan hajatan syukuran pernikahan anaknya akan berlangsung kembali karena kondisi air yang masih sangat tinggi dan diperkirakan akan surut bisa sampai satu minggu lamanya. (*)

Sumber: TribunMuria.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved