Berita Jateng
Diana Crystal, Lady Racer Asal Karanganyar, Kini Koleksi 20 Piala Kejuaraan Balap Motor
Diana Crystal Lukmawati (27), warga Kelurahan Popongan Kecamatan/Kabupaten Karanganyar sukses menjadi lady racer.
Penulis: Agus Iswadi | Editor: Moch Anhar
TRIBUNMURIA.COM, KARANGANYAR - Berawal dari ketertarikan tehadap sepeda motor, Diana Crystal Lukmawati (27), warga Kelurahan Popongan Kecamatan/Kabupaten Karanganyar sukses menjadi lady racer atau pembalap wanita.
Sejumlah prestasi telah ditorehkannya dalam kejuaraan balap daerah maupun nasional yang digelar di beberapa daerah.
Lady racer yang kini memiliki anak satu itu terjun dalam dunia balap profesional sejak 2012 lalu hingga saat ini.
Dia terjun dalam dunia balap pertama kali saat duduk di bangku kelas 2 SMP dalam kelas matic 130 cc.
Baca juga: Mbak Ita, Wakil Wali Kota Semarang Beri Tutorial Masak Menu Makanan Cegah Stunting pada Anak
Baca juga: Mulai Malam Nanti Jalur Pantura Sayung Ditutup Saat Pemasangan Girder Jembatan Tol Semarang-Demak
Baca juga: Video Pemkab Blora Resmi Kelola TPA Temurejo
"Kelas 2 SMP sudah mulai balap, mainnya kelas campur bareng cowok," katanya kepada Tribunjateng.com, Jumat (11/3/2022).
Diana menceritakan, telah dapat mengendari sepeda motor bebek sejak kelas 3 SD.
Melihat ketertarikan anaknya tehadap sepeda motor, orang tua dari Diana lantas mengikutkan anak sulungnya itu dalam program coaching clinic.
Perempuan itu tidak patah arang meski belum pernah naik podium sejak terjun dalam dunia balap motor pada 2009 hingga 2012.
Event pertama yang diikuti Diana saat itu ialah Kejurnas di Jatim.
"Piala pertama itu kelas wanita Kejurda di Jabar. Mulai 2012-2018 saya main (balap motor) di Jabar, Jatim dan Jateng. Alhamdulillah selama itu, juara 1-3 itu alhamdulillah mesti (dapat)," ucapnya.
Dalam rentang waktu 2017-2018, Diana mendapatkan kontrak dari produsen sparepart otomotif untuk mengikuti dalam kejuaraan balap.
Hingga saat ini sudah 20 lebih piala diraihnya selama mengikuti kejuaraan balap motor.
Dia mengungkapkan, orang tua mendukung penuh selama dirinya mengikuti kejuaraan balap motor di beberapa daerah.
Sebelum Stadion Manahan dibangun, dia selalu latihan di tempat itu setiap sore.
Baca juga: Sopir Truk Menutup Akses Jalan saat Aksi Demo, Kapolres Kudus: Mobil Ambulans Jadi Terhambat
Baca juga: Diduga Korupsi, Mantan Kacab Bank Jateng Blora Disidangkan, Jaksa: Bersama 2 Terdakwa Lain
Akan tetapi semenjak telah dibangun Stadion, dia latihan di wilayah Boyolali.
"Setiap ikut kejuaraan pakai biaya pribadi tapi motor dan pendaftaran sudah disiapkan oleh tim," tuturnya.
Perempuan kelahiran 17 April 1995 itu pernah mendapatkan penghargaan Ikatan Motor Indonesia (IMI) Award sebagai Pembalap Wanita Jateng Terbaik. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/muria/foto/bank/originals/Diana-113-22.jpg)