Selasa, 19 Mei 2026

Berita Jateng

Benteng Pendem Cilacap Saksi Bisu Kejamnya Belanda Terhadap Rakyat Pribumi

Benteng Pendem Cilacap yang memiliki nama asli Kustbatterij op de Landtong te Cilacap dulunya merupakan markas pertahanan Belanda.

Tayang:
Penulis: Pingky Setiyo Anggraeni | Editor: Moch Anhar
TRIBUNMURIA.COM/PINGKY SETIYO ANGGRAENI
Ruang Barak salah satu ruangan di area Wisata Benteng Pendem. 

Benteng Pendem Cilacap Saksi Bisu Kejamnya Belanda Terhadap Rakyat Pribumi.

TRIBUNMURIA.COM, CILACAP - Benteng Pendem Cilacap yang memiliki nama asli Kustbatterij op de Landtong te Cilacap dulunya merupakan markas pertahanan Belanda. 

Benteng yang dibangun secara bertahap oleh pemerintah Belanda sejak tahun 1861 hingga tahun 1879 ini terlihat masih kokoh berdiri.

Selain dijadikan sebagai markas pertahanan, Benteng Pendem juga menjadi saksi bisu kejamnya Belanda terhadap rakyat Indonesia.

Baca juga: Museum Kota Lama Semarang Mulai Buka Sabtu Besok, Wali Kota Hendi Minta Jumlah Pengunjung Diatur

Baca juga: Penderita HIV di Blora Bertambah 17 Orang, Dinkes Periksa 239 Individu Rentan saat VCT Mobile

Baca juga: Andalkan Google Maps, Sopir Tronton Asal Probolinggo Tabrak Pohon di Bangetayu Semarang

Menurut informasi dari pemandu wisata, Ndadit Sutrisno bahwa pada saat itu Benteng Pendem dibangun dengan tenaga dan keringat rakyat Indonesia, dalam sistem kerja paksa atau yang terkenal dengan kerja rodi.

Saat proses pembanguan Benteng, bahkan pemerintah Belanda sama sekali tidak turun tangan, mereka hanya merancang model bangunan saja.

"Pinternya Belanda ya itu, mereka hanya sebagai arsitek saja. Kalau kerja ini semuanya yang membangun rakyat Indonesia, mereka kerja paksa," jelas Ndadit Sutrisno, Kamis (3/3/2022).

Diceritakan pula bahwa saat itu tak sedikit rakyat pribumi yang tewas akibat adanya kerja rodi di Benteng Pendem.

Kejamnya, pemerintah Belanda sama sekali tidak mengobati setiap rakyat pribumi yang sakit akibat kerja rodi, melainkan mereka mengeksekusinya secara langsung.

"Jadi dulu kalo rakyat yang disiksa kerja rodi ini sakit, mereka tidak diobati tetapi langsung dibunuh, dieksekusi," kata Ndadit.

Alasan dilakukannya eksekusi tak lain agar rakyat pribumi lain di luaran tidak mengetahui bagaimana kejamnya kerja rodi pembangunan markas pertahanan milik Belanda ini.

Penderitaan lain yang dirasakan rakyat Indonesia yaitu wanita pribumi kala itu  dijadikan sebagai budak seks tentara Belanda.

"Jadi dulu perempuan-perempuan pribumi ini sengaja didatangkan kesini untuk dijadikan sebagai budak nafsunya tentara-tentara Belanda, banyak juga dari mereka yang meninggal disini," jelas Ndadit.

Ketika sudah tidak digunakan lagi, wanita-wanita budak seks ini kemudian dibunuh oleh tentara Belanda.

Ada pula beberapa wanita yang melakukan aksi bunuh diri karena merasa tidak kuat dijadikan sebagai pemuas nafsu kala itu.

Maka tak heran apabila tak sedikit dari para pengunjung pernah mendengar suara tangisan wanita di area bangunan Benteng Pendem.

Dikisahkan pula pada saat itu bahwa para tahanan yang tak lain warga pribumi berubah menjadi kanibal atau pemakan mahluk sejenis.

Baca juga: Museum Kota Lama Semarang Mulai Buka Sabtu Besok, Wali Kota Hendi Minta Jumlah Pengunjung Diatur

Baca juga: Andalkan Google Maps, Sopir Tronton Asal Probolinggo Tabrak Pohon di Bangetayu Semarang

Hal tersebut terjadi karena para tentara Belanda tidak memberi makanan yang layak, sehingga para tahanan terpaksa memakan teman mereka sendiri agar bisa bertahan hidup.

"Ya namanya tahanan apalagi saat itu, sudah pasti mereka tidak mendapatkan makanan yang layak, akhirnya makan temen sendiri agar bisa tetap hidup," kata Ndadit. (*)


Walaupun Benteng Pendem pernah menjadi saksi kejamnya pemerintah Belanda terhadap masyarakat Indonesia, namun kini bangunan tua ini dapat diajdikan sebagai sarana edukasi.(pnk)

Sumber: TribunMuria.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved